Berita Pati
Ribuan Petani Pati Serbu Gebyar Diskon Pupuk Demi Dapatkan Urea dan NPK Murah
Ribuan petani menyerbu Gudang Pupuk Indonesia di Jalan Raya Pati-Kudus Kilometer 8, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kamis (25/1/2024)
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ribuan petani menyerbu Gudang Pupuk Indonesia di Jalan Raya Pati-Kudus Kilometer 8, Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kamis (25/1/2024).
Mereka berbondong-bondong hendak menebus pupuk murah dalam kegiatan Gebyar Diskon Pupuk yang diadakan oleh PT Pupuk Indonesia.
"Kami lakukan kegiatan ini untuk membantu petani dalam rangka mempercepat musim tanam yang sudah dimulai. Beberapa waktu lalu ada El Nino, hampir tiga bulan petani tidak bisa turun ke sawah. Sehingga penyerapan pupuk waktu itu sangat rendah. Adapun sekarang sudah masuk musim tanam," kata Direktur Produksi Pupuk Indonesia Bob Indiarto.
Bob menambahkan, Pupuk Indonesia diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk membantu para petani lewat gebyar diskon pupuk.
"Kami lakukan di sekitar 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Kuota setiap kota 5 ribu petani," kata dia.
Bob menyebut, tiap-tiap petani mendapat 50 kilogram pupuk yang terdiri atas 25 kilogram urea dan 25 kilogram NPK.
Dengan harga normal Rp 450 ribu, petani mendapat diskon 40 persen, sehingga petani cukup membayar Rp 270 ribu.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, berharap petani di Kabupaten Pati bisa terbantu dengan adanya Gebyar Diskon Pupuk ini.
"Mereka sudah mulai tanam dan ini ada pupuk nonsubsidi dengan diskon cukup banyak. Mudah-mudahan para petani terbantu," ucap dia.
Petani asal Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Sugiharto, menilai program ini sesuai dengan kebutuhan petani.
Namun demikian, menurutnya, jatah 50 kilogram pupuk diskon ini belum mencukupi untuk mengolah tiga petak lahan yang dia kelola.
"Belum cukup karena lahannya luas. Masih perlu pupuk subsidi. Saya ada tiga kotak lahan. Tanamannya beda-beda. Ada yang tebu, ada yang jagung," ucap dia.
Sugiharto berharap ke depan kegiatan Gebyar Diskon Pupuk ini bisa diadakan kembali. Sebab, program semacam ini memang sangat dibutuhkan petani. (mzk)
| Ditinggal Bekerja, Rumah di Pati Ludes Terbakar: Uang Tunai hingga Sound System Jadi Arang |
|
|---|
| Tinggal Terpisah Anak Istri, Tukang Bangunan Ditemukan Tewas Dalam Rumahnya di Pati |
|
|---|
| Alasan Pemkab Pati Belum Terapkan WFH, Chandra: Kami Fokus Kejar PAD |
|
|---|
| Sidang Perkara "Tongtek Maut" di Pati Ricuh, Keluarga Korban Lempar Sandal ke Mobil Tahanan |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Tok! 2 Penghalang Kerja Jurnalis di Pati Divonis 4 Bulan Penjara |
|
|---|