Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Pasien Pria Tampar Perawat Wanita Gegara Botol Infus, Korban Menangis hingga Gemetar

Sebuah insiden tragis terjadi di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, ketika seorang perawat wanita

Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM - Sebuah insiden tragis terjadi di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, ketika seorang perawat wanita dianiaya oleh pasiennya di ruang isolasi setelah melakukan penggantian botol cairan infus.

Kejadian ini dipicu oleh ketidakpuasan pasien terhadap posisi botol infus yang telah diganti oleh perawat.

Insiden ini menimbulkan trauma pada perawat tersebut, dan manajemen rumah sakit mengambil langkah untuk memberikan waktu istirahat kepada perawat yang mengalami kejadian ini.

Menurut Kepala Bidang Keperawatan RSAS Kota Gorontalo, Dian Nadjamuddin, peristiwa ini terjadi ketika pasien pria yang sedang mendapat perawatan di ruang isolasi meminta agar botol infus yang hampir habis diganti.

Perawat yang menangani segera merespons dengan mengganti botol cairan yang terpasang.

Namun, situasi memburuk ketika pasien menuntut agar botol infus tersebut ditempatkan pada posisi sebelumnya.

"Perawatnya kami liburkan, (ia mengalami) trauma," ungkap Dian Nadjamuddin.

Meskipun perawat telah menjelaskan prosedur penggantian botol cairan yang benar, pasien tetap bersikeras untuk memasangnya kembali seperti sebelumnya.

Kepala Ruangan Isolasi Sakina Mootalu menambahkan bahwa insiden terjadi ketika pasien berbaring setelah penggantian botol infus.

Pasiennya, yang masih memiliki jarum infus di tangan kirinya, bangkit dan menampar perawat wanita tersebut dengan tangan kanannya.

“Posisi pasien saat itu terbaring, lalu bangun dan menampar ke perawat dengan tangan kanannya,” kata Sakina.

Mendapat tamparan ini sang perawat langsung terdiam dan terpaku, baru kali ini ia mengalami perlakuan kasar dari orang yang dirawatnya.

Dua orang perawat lainnya yang berada di lokasi langsung menanyakan mengapa temannya dipukul.

Namun, pasien tersebut menyangkalnya, ia mengatakan hanya menyentuh dan mendorongnya.

“Perawat yang ada di situ bilang kalau hanya mendorong kenapa sampai berbunyi, itu menempeleng kata perawat lainnya,” ujar Sakina.

Akibat pukulan pasien pria ini, perawat wanita ini menangis kesakitan, pusing dan gemetar.

Ia kemudian melaporkan ke polisi. Pihak Polresta Gorontalo telah menerima laporan korban.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Botol Infus, Seorang Pasien Pria Menampar Perawat Wanita di Gorontalo"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved