Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penyaluran Bansos Pangan Beras bakal Dihentikan Sementara

pemerintah berencana menghentikan penyaluran bansos pangan beras hingga pekan depan. Hal itu lantaran sebentar lagi akan memasuki masa tenang pemilu.

Tayang:
Editor: Vito
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Seorang warga mengambil bansos beras 1p kilogram di Balai Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, Selasa (30/1/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Di tengah banjir kritikan terkait dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan beras menjelang pelaksanaan pemilu 2024, pemerintah berencana menghentikan sementara aktivitas massal tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. Menurut dia, pemerintah berencana menghentikan penyaluran bansos pangan beras itu hingga pekan depan. Hal itu lantaran sebentar lagi akan memasuki masa tenang pemilu.

“Sedang dipertimbangkan untuk dihentikan sementara di hari tenang tanggal 11 Februari sampai dengan pencoblosan 14 Februari 2024. Kami akan informasikan kembali secepatnya, karena Bulog juga sudah membuat perencanaan distribusi se-Indonesia,” ujarnya, dalam keterangannya, Selasa (6/2).

Ia pun memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan beras yang dilakukan hingga Maret nanti bukan semata-mata karena pemilu 2024.

Arief menuturkan, bansos pangan beras tersebut sudah dilakukan sejak tahun kemarin, yang kemudian dilanjutkan hingga tahun ini.

Selain karena untuk stabilitas harga, dia menambahkan, alasannya juga agar masyarakat menengah ke bawah bisa tetap mendapatkan beras yang saat ini harganya masih tinggi.

"Jadi bantuan pangan beras dilaksanakan bukan karena Januari Februari-Maret ini jelang pemilu, tidak begitu," ucapnya.

Ini dari tahun lalu pun juga sudah ada, dan ini akan terus dikerjakan, sampai nanti akan terus dikerjakan, karena saudara-saudara kita yang 22 juta KPM (keluarga penerima manfaat), ini memang sangat memerlukan," sambungnya.

Adapun, bansos pangan itu merupakan program pemerintah untuk memberikan bantuan kepada 22 juta KPM.

Ada sebanyak 10 kg beras yang akan diberikan selama 3 bulan berturut-turut hingga Maret nanti. Penyalurannya pun rencananya akan dilanjutkan hingga Juni 2024, melihat kecukupan APBN.

Diketahui, berbagai macam bansos di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelang pemilu 2024 dianggap membebani APBN.

Pemerintah akan menggelontorkan bansos pada tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 496 triliun, atau naik Rp 20 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 476 triliun. (Kompas.com/Elsa Catriana)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved