Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Tegaskan Komitmen Sekolah Anti Perundungan, SMAN 3 Kota Pekalongan Gelar Roots Day

SMAN 3 Kota Pekalongan menggelar kegiatan Roots Day Deklarasi Anti Perundungan di Lingkungan Pendidikan Selasa (6/2/2024).

Penulis: Aisya Aulia Latifah | Editor: Muhammad Olies
Ist/Dok. Diskominfo Kota Pekalongan
SMAN 3 Kota Pekalongan menggelar kegiatan Roots Day Deklarasi Anti Perundungan di Lingkungan Pendidikan Selasa (6/2/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - SMAN 3 Kota Pekalongan menggelar kegiatan Roots Day Deklarasi Anti Perundungan di Lingkungan Pendidikan Selasa (6/2/2024).

Satuan pendidikan di kota Pekalongan tak hentinya menekan tindakan perundungan, salah satunya yang dilakukan oleh SMAN 3 Kota Pekalongan.

Dalam acara tersebut juga turut dihadiri Bunda Forum Anak Kota Pekalongan, Inggit Soraya yang memberikan apresiasi atas langkah yang diambil oleh SMAN 3 Kota Pekalongan.

Baca juga: Aplikasi Siandung ala SMPN 5 Kudus Permudah Siswa Laporan Kasus Perundungan

Baca juga: Viral Video Gadis Remaja Jadi Korban Perundungan, Hijab Ditarik Hingga Lepas, Kunci Motor Disita

Di hadapan peserta didik dan guru, Inggit menjelaskan bahwa aksi perundungan akhir-akhir ini kian masif terjadi di sekitar kita. Oleh sebab itu, ia menaruh harapan besar agar kegiatan ini mampu memberikan pemahaman dan kepedulian dari berbagai lapisan masyarakat. 

Inggit ingin, kedepan tidak ada lagi ruang sedikitpun terjadinya segala bentuk tindak kekerasan terhadap siapapun dan dimanapun, terlebih terhadap perempuan dan anak.

"Saya ingin sesama teman sebaya justru lebih memberikan perhatian, jangan sampai temannya justru yang melakukan perundungan atau pembullyan, tindakan ini tidak boleh dianggap sepele. Agen perubahan sekolah harus berperan, supaya mereka aman, nyaman dan damai, bersih tidak ada perundungan,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Pekalongan, Yulianto Nurul Furqon mengatakan bahwa deklarasi anti perundungan ini merupakan tindak lanjut deklarasi sekolah ramah anak yang dilaksanakan pada bulan November tahun lalu.

Dirinya berharap, komitmen ini dapat dilaksanakan tidak hanya oleh peserta didik namun juga para guru dan tenaga pendidik di SMAN 3 Kota Pekalongan.

“Walaupun satuan pendidikan kami di bawah kewenangan provinsi Jawa Tengah, namun dukungan Pemerintah Kota Pekalongan dan stakeholder luar biasa, membantu implementasi sekolah ramah anak, harapannya perundungan tidak terjadi di SMAN 3 dan kami bisa menjadi contoh baik untuk sekolah lainnya,” tutup Yulianto. (Peh)

 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved