Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Dorong Normalisasi Sungai Plumbon Segera Direalisasikan

DPRD Kota Semarang mendorong normalisasi Sungai Plumbon segera direalisasikan agar tidak ada lagi kejadian tanggul jebol.

Tayang:
dok warga
Pekerja sedang membuat tanggul sementara di Sungai Plumbon, Senin (5/2/2024).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mendorong normalisasi Sungai Plumbon segera direalisasikan.

Normalisasi dinilai penting agar tidak lagi ada kejadian tanggul jebol

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, musonah banjir bandang menerjang wilayah Mangunharjo Kecamatan Tugu.

Baca juga: UPDATE Banjir di Demak, Saat Ini Tersisa Tiga Kecamatan yang Masih Terendam

Banjir bandang terjadi akibat Sungai Plumbon jebol

Perbaikan tanggul jebol secara permanen kini sudah dilakukan.

Namun, masih ada beberapa titik yang rawan jebol belum dilakukan perbaikan. 

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mendorong segera dilakukan perbaikan sembari menunggu realisasi normalisasi

Idealnya, menurutnya, Sungai Plumbon memang mendesak dilakukan normalisasi. Jika tidak, kondisi tanggul saat ini tidak bisa menampung debit air yang cukup besar saat curah hujan tinggi.

"Idealnya, filakukan normalisasi. Kami harap bisa teralisasi karena sedimentasi yang sangat tinggi dan ada penyempinan aliran sungai," ujarnya, Minggu (18/2/2024).

Saat ini, penanganan yang perlu dilakukan sementara adalah memperbaoki tanggul yanh rawan jebol.

Meski Sungai Plumbon merupakan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana, dia berharap, Pemkot berkoordinasi agar tanggul yang rawan diperbaiki.

“Paling tidak harus kuati dulu, Pemkot harus mengantisipasi dengan berkoordinasi dengan BBWS,” jelasnya.

Baca juga: Pemerintah Dinilai Gagal Tangani Bencana Banjir Demak, Lambat dan Banyak Korban Terlantar

Lurah Mangunharjo, Siti Komariyah menjelaskan, dua titik tanggul yang jebol sudah dilakukan perbaikan dengan membangun tanggul permanen.

Namun, perlu dilakukan penguatan tanggul di beberapa titik lantaran banyak tanggul yang masuk kategori rawan jebol.

“Banyak tanggul yang rawan ada sekitar lima sampai enam titik, ada yang rembes ada pula yang retak. Sudah kita laporkan beberapa bulan ke BBWS ataupun Dinas terkait, harapan kami bisa dilakukan perbaikan,” tambahnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved