Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Gedung Madrasah di Majenang Cilacap Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik

Peristiwa kebakaran terjadi pada gedung sekolah MI Maarif 02 Salebu  di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (9/3/2024) lalu.

Tayang:
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: m nur huda
Ist. UPT Damkar Cilacap
Petugas Pos Damkar Majenang saat melakukan pemadaman dan pendinginan di gudang MI Maarif 02 Salebu, Majenang yang terbakar pada Sabtu (9/3/2024) siang.  

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Peristiwa kebakaran terjadi pada gedung sekolah MI Maarif 02 Salebu  di Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (9/3/2024) lalu.

Kepala UPT Damkar Cilacap Supriyadi menyebut, kebakaran itu menghanguskan gudang MI Maarif 02 Salebu di Jalan M. Dahuri No.22 Rt 03 Rw.04 Desa Salebu.

Adapun, kebakaran pertama kali diketahui oleh Kasi (55) warga sekitar.

Saat itu sekira puku 11.25 WIB Kasi yang sedang melintas di samping sekolahan tiba-tiba mendengar suara percikan api di sekolah tersebut.

Karena penasaran, ia pun mencari sumber suara tersebut.

Saat sedang mencari asal suara itu, dia melihat adanya kepulan asap yang membuat dia kaget.

"Saat melihat asal suara percikan itu, saksi melihat adanya kebulan asap.
Saat itu juga saksi berteriak bahwa terjadi kebakaran," kata Supriyadi kepada Tribunbanyumas.com

Mendegar teriakan Kasi, warga sekitar pun akhirnya berbondonh-bondong menuju sekolah.

Sesampainya di sana, warga bersama-sama memadamkan api dengan alat seadanya.

Namun karena takut api semakin membesar dan merembet ke bangunan lain, warga kemudian melaporkan peristiwa kebakaran itu ke Pos Damkar Majenang.

"Karena takut api membesar, salah satu warga saat itu juga menghubungi Pos Damkar Majenang.
Mendapat laporan warga petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman," ungkapnya.

Setibanya di lokasi, petigas langsung gerak cepat memadamkan api.

Hingga akhirnya api di sekolah berhasil padam dengan menghabiskan 3.000 liter air.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran itu.

Namun bangunan gudang sekolah berukuran  7x 2 meter beserta semua isi didalamnya terbakar.

Seperti peralatan drumband lengkap, lemari buku beserta isinya, peralatan pramuka dan plapon gudang.

"Untuk kerugiannya kami taksir mencapai Rp 45 juta," kata Supriyadi.

Terkait penyebabnya, dikatakan Supriyadi bahwa kebakaran diduga terjadi karena adanya korsleting listrik.(pnk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved