Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Sosok Pengemis Rosiah, Warga Sampai Berjaga di Rumahnya Setelah Meninggal, Ditemukan Harta Fantastis

Sosok Rosiah, Warga Sampai Berjaga di Rumahnya Setelah Meninggal, Ditemukan Harta yang Fantastis

|
Editor: muslimah
istimewa
Pengemis bernama Roisah, meninggal dunia tinggalkan harta ratusan juta.  

TRIBUNJATENG.COM - Sosok Rosiah, pengemis kaya raya asal Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Rosiah baru saja meninggal dunia.

Dan saat itulah baru diketahui kalau ia mempunyai harta yang jumlahnya fantastis.

Warga sampai menjaga rumahnya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Baca juga: Kisah Mualaf Stevie Agnecya Mantan Istri Samuel Rizal, Meninggal Usia 32 Tahun, Sahabat Tak Percaya

Baca juga: Sosok Nuraeni Siswi SD yang Banjir Doa Netizen, Tiap Hari Terpaksa Bawa Adik Sekolah, Alasannya Pilu

Pengemis bernama Roisah (70), meninggalkan warisan berupa uang tunai ratusan juta rupiah.

Warisan uang dari berbagai pecahan nominal itu baru diketahui oleh ahli warisnya setelah Roisah meninggal dunia pada 15 Maret 2024.

Kini rumah Roisah sedang dijaga ketat oleh warga dan pihak desa.

Kepala Seksi Pelayanan Desa Dukuh, Manon Kusiroto mengungkapkan, beragam pecahan uang tersebut tersimpan di dalam sekitar 50 tas dan kaleng-kaleng bekas di rumahnya.

“Jumlahnya kisaran 200 sampai 300 juta. Penghitungan masih terus berjalan,” ujar Manon Kusiroto dalam sambungan telepon dengan Kompas.com, Kamis (21/3/2024).

Latar belakang Roisah

Manon mengatakan, sebelumnya Roisah sudah puluhan tahun hidup seorang diri dan tinggal di Desa Dukuh tersebut.

Sempat juga ada anggota keluarganya, yakni adik laki-lakinya, yang menemaninya di rumah. Yaitu waktu pandemi Covid-19.

Namun adiknya itu kini sudah meninggal dunia.

Dari sisi sejarah rumah tangga, Rosiah sudah puluhan tahun hidup tanpa suami. 

Roisah diketahui mempunyai anak tunggal seorang perempuan.

Namun anaknya tersebut juga sudah berpisah sejak kecil

 Anak itu kini sudah mempunyai cucu dan tinggal bersama keluarganya di Kabupaten Blitar.

“Sehingga praktis selama ini Bu Roisah tinggal seorang diri di rumah,” kata Manon.

Dalam kesehariannya, Roisah juga kerap keluar rumah dengan ciri khas pakaian lusuhnya. 

Sesekali datang ke warga untuk meminta uang dan lebih banyak mangkal di sebuah gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ada di depan minimarket yang ada Ngadiluwih.

Orangnya juga sangat tertutup dan komunikasi hanya terbatas ke sejumlah warga tertentu saja. 

Setiap pulang ke rumah juga menutup semua akses pintunya.

“Dari kejiwaan, ada indikasi sedikit gangguan. Kalau ndak gangguan tidak mungkin bertindak seperti itu. 

Tapi secara sosial berperilaku baik dan tidak meresahkan masyarakat,” lanjut Manon.

Mulai Sakit

Beberapa minggu lalu Roisah sakit sehingga keluarganya dari Blitar menjemputnya untuk berobat. Roisah lantas diajak tinggal bersama anak perempuannya di Blitar untuk menjalani pengobatan itu.

Namun belum tuntas pengobatan itu, Roisah meninggal dunia pada awal puasa lalu dan jenazahnya dimakamkan di Blitar.

Sepeninggal Roisah, pihak keluarganya yang diwakili Ibad, cucu Roisah, lantas menginformasikan kabar duka itu kepada pihak Desa Dukuh.

Keluarga tersebut sekaligus mengabarkan adanya temuan uang yang begitu banyak yang ada di rumahnya.

“Uangnya baru diketahui saat mau bersih-bersih rumah,” kata Manon.

Rumah Dijaga Tetangga

Tetangga dan pihak desa mulai mengamankan rumah milik seorang pengemis di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pasalnya, di rumah tersebut tersimpan uang ratusan juta rupiah dan baru diketahui setelah pengemis yang bernama Roisah (70) itu meninggal dunia pekan lalu.

Kepala Seksi Pelayanan Desa Dukuh, Manon Kusiroto, mengungkapkan, untuk menjaga keamanan dari hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat sekitar sudah melakukan tindakan tertentu.

“Lingkungan setempat sudah melakukan mekanisme tertentu dan insyaallah aman,” ujar Manon Kusiroto dalam sambungan telepon dengan Kompas.com, Kamis (21/3/2024).

Menurutnya, saat ini situasi masih kondusif karena belum banyak warga yang mengetahui informasi tersebut.

Jika kondisi dan situasinya mulai berubah, pihak desa, menurutnya, akan turun langsung mendukung pengamanan itu.

Sebelumnya diberitakan, Roisah dengan ciri khas pakaian lusuhnya itu kerap mangkal di sebuah gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang ada di depan minimarket yang ada Ngadiluwih.

Selama ini dia hidup seorang diri di rumahnya di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Sepekan lalu dia sakit lalu dijemput oleh keluarganya yang ada di Kabupaten Blitar. Hingga kemudian meninggal dunia pada awal bulan puasa ini.

Saat keluarga Blitar hendak membersihkan rumahnya di Kediri, mereka menemukan uang dalam aneka pecahan dengan jumlah yang cukup banyak itu.

Diperkirakan uang yang tersimpan di dalam puluhan tas dan kaleng itu mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. (TribunTrends)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved