Berita Kriminal
Alasan Achmad Ridwan Keliling Kota Semarang Sambil Acungkan Celurit, Ternyata Dendam Soal Ini
Achmad Ridwan (28) warga Jalan Petek, Dadapsari, Semarang Utara dibekuk polisi lantaran mengacungkan celurit di jalanan Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Achmad Ridwan (28) warga Jalan Petek, Dadapsari, Semarang Utara dibekuk polisi lantaran mengacungkan celurit di jalanan Kota Semarang.
Aksi koboi pria dengan panggilan Arab Petek ini dilakukan pada Jumat (22/3/2024) sekira pukul 06.30 WIB.
Beruntung, akis tersebut sempat direkam kamera pengguna jalan yang melintas di Jalan Flyover Jatingaleh Semarang.
Baca juga: Gerombolan Remaja Bawa Celurit dan Air Keras Ditangkap Polisi Patroli
Dalam pengakuannya, Ridwan menyebut, melakukan aksi tersebut karena mabuk.
Ia ketika melakukan aksinya bersama seorang temannya bernama Yayak.
"Alasan saya melakukan itu karena mabuk, ketika itu mau ke rumah teman," ujarnya di Mapolrestabes Semarang, Selasa (26/3/2024).
Sebelum pamer senjata, ia juga sempat melakukan penganiayaan terhadap tetangganya.
"Ya soal pemukulan tetangga itu masalahnya sepele," paparnya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kompol Andika Dharma Sena mengatakan, tersangka sementara dijerat pasal undang-undang darurat terkait kepemilikan senjata tajam.
Terkait kasus penganiayaan masih menunggu laporan dari korban.
Sedangkan saksi yang memboncengkan tersangka masih cedera patah tulang akibat kecelakaan di Gunungpati.
"Iya tersangka dijerat pasal UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ancaman 10 tahun penjara," papar Andika.
Achmad Ridwan merupakan residivis kasus penganiayaan terhadap seorang satpam pada bulan Februari 2023.
Akibat perbuatan itu, ia sempat mendekam di penjara selama 18 bulan.
Selama mendekam di penjara, ia sempat melangsungkan pernikahan dengan Bunga Angelia (17) yang berujung cerai.
Sementara, calon istri tersangka, Mona mengatakan, calon suaminya nekat mengacungkan celurit lantaran emosi mencari seseorang berinisial K.
Alasan Arab mencari Kevin karena dendam.
"Iya, dia (Arab Petek) marah ke K karena menduga dilaporkan polisi sehingga sampai digrebek di rumah dengan tuduhan memakai sabu," ujarnya.
Menurut Mona, pacarnya sempat didatangi tujuh polisi saat sedang tidur di rumahnya di Jalan Petek, Dadapsari, tiga hari lalu.
Pacarnya kaget karena selama ini tidak pernah pakai sabu.
"Sampai di tes urine, ternyata hasilnya negatif," tuturnya.
Dari kejadian itu, kata dia, pacarnya marah lalu menduga K yang memata-matainya.
Sebab, sebelum digrebek polisi, pacarnya sempat berkomunikasi dengan K.
"Antara pacar saya dengan Kevin masih teman. Jadi pacar saya curiga K jadi SP (mata-mata)," paparnya.
Ia menyebut, sempat melarang pacarnya untuk mendatangi K.
Namun, pacarnya sudah terlanjur kalap.
Baca juga: Viral Dua Pemuda Boncengan Ayunkan Celurit di Flyover Jatingaleh Semarang, Mlempem Saat Diciduk
"Bilang mau cari K selepas sahur, keluar dari rumah jam 7 pagi," jelasnya.
Selepas itu, ia melihat pacarnya pulang ke rumah pukul 10.00 WIB.
"Pulang ke rumah motor rusak sambil bilang badan remuk semua," paparnya. (iwn)
| Tragis! Niat Melerai KDRT Malah Leher Ditebas Sepupu Sendiri, Pelaku Mabuk Emosi Tak Diberi Uang |
|
|---|
| Kesaksian Warga Soal Pabrik Ekstasi Raksasa di Mijen Semarang: Barang Buktinya Berton-ton |
|
|---|
| Dituduh Ganggu Istri Orang, Pria 33 Tahun Tewas Ditikam di Pinggir Jalan |
|
|---|
| Pria Banjarnegara 7 Bulan Sebar Foto dan Video Pribadi Mantan, Sakit Hati Diputus |
|
|---|
| Drama Dini Hari di Semarang: Curanmor Ngaku Akan COD Motor, Pelakunya Ayah dan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemuda-ayunkan-celurit-jatingaleh.jpg)