Kekecewaan POBSI Pati: Anggaran Hibah Jauh dari Ekspektasi
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Pati, Endro Edy Yulianto, mengungkapkan kekecewaannya terhadap dana hibah.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Pati, Endro Edy Yulianto, merasa kecewa lantaran dana hibah pembinaan yang pihaknya terima kurang memadai: jauh dari ekspektasi.
Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2024 ini, POBSI Pati mendapat dana hibah sebesar Rp 15 juta.
Menurut Endro, anggaran tersebut jauh dari kata memadai untuk melakukan pembinaan selama satu tahun.
Baca juga: Biliar Siwo Jateng Gelar Pemusatan Latihan Jelang Porwanas XIII/2022 Jatim
"Memang untuk tahun anggaran ini, POBSI Pati dapat anggaran hibah untuk pembinaan cabor besarnya Rp 15 juta. Kami anggap itu jauh dari ekspektasi, kurang untuk pembinaan selama satu tahun," kata dia pada wartawan, Selasa (2/4/2024).
Dia menambahkan, tahun-tahun sebelumnya pihaknya masih bisa menerima dan tidak mempermasalahkan meski mendapat anggaran minim.
Sebab, pihaknya menyadari harus menunjukkan prestasi terlebih dahulu untuk mendapat perhatian lebih.
"Di Porprov 2023, kami alhamdulillah dapat delapan medali, yaitu satu emas, satu perak, dan enam perunggu. Bagi kami itu sangat menggembirakan. Apalagi POBSI Pati baru pertama kali ikut ajang Porprov," ucap dia.
Karena itulah, Endro mengaku heran dengan parameter apa yang digunakan untuk menentukan besaran dana hibah. Menurut dia, ada cabor lain yang prestasinya tidak sebaik biliar, namun mendapat jatah anggaran pembinaan jauh lebih besar.
"Anggaran Rp 15 juta itu sangat jauh, sangat minim untuk bisa berprestasi lagi di ajang selanjutnya. Kemarin di proposal kami usulkan hampir Rp 100 juta. Itu tidak terlalu muluk karena cabor lain juga banyak yang di kisaran itu," ujar dia.
Menurut Endro, untuk kegiatan latihan selama satu tahun, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Sebagai contoh, ongkos sewa meja biliar per jam di Pati mencapai Rp 35 ribu. Karena itu angka sekitar Rp 100 juta untuk pembinaan selama satu tahun dia anggap tidak berlebihan.
"Kami hanya mengharap dinas dan institusi terkait bisa memikirkan untuk bisa menambah (anggaran pembinaan). Karena kami bingung parameter apa yang dipakai untuk menentukan besaran anggaran pembinaan. Dari data yang saya baca, ada tiga cabor peraih medali emas yang justru dapat anggaran paling minim," tandas dia. (mzk)
| Terdakwa "Tongtek Maut" Pati Divonis 3 Tahun Penjara, Keluarga Korban: Pembunuh Kenapa Dilindungi? |
|
|---|
| Bekas Kantor Satpol PP Pati akan Dijadikan Museum Cagar Budaya |
|
|---|
| Drama Tari Wayang Topeng Kedung Panjang Soneyan Tampil di Momen Sedekah Bumi |
|
|---|
| Drama Tari Wayang Topeng Soneyan, Kesenian Sakral Bersejarah pada Momen Sedekah Bumi di Pati |
|
|---|
| Viral Outing Class Siswa Harus Bayar Rp1,8 Juta, Kepala SMPN 1 Tayu Pati Bungkam Usai Dicecar DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kekecewaan-POBSI-Pati-Anggaran-Hibah-Jauh-dari-Ekspektasi.jpg)