Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pabrik Sabu di Semarang

Gaji Fantastis Peracik Happy Water Semarang, Sehari Dapat Rp 1 Juta

Dua tersangka kasus rumah produksi narkoba di Semarang, PR dan F ternyata memiliki upah yang cukup fantastis selama bekerja

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG/Iwan Arifianto
Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Gembong Yudha. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua tersangka kasus rumah produksi narkoba di Semarang, PR dan F ternyata memiliki upah yang cukup fantastis selama bekerja di Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (4/4/2024). 

Dua pemuda asal Bogor ini digaji Rp1 juta perhari selama memproduksi sabu dan happy water (ekstasi cair). 

Belum lagi bonus Rp500 ribu setiap berhasil memproduksi narkoba jenis tersebut. 

"Iya upahnya segitu, udah jalan 8 hari," papar Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri Kombes Gembong Yudha. 

Kedua tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba bekerja membuat happy water di lantai dua rumah yang mereka sewa. 

Ruangan di lantai dua tersebut tidak terlalu luas hanya ruangan ukuran sekira 5x5 meter. 

Ada jendela cukup lebar di sisi timur ruangan. Di dalam ruangan itu, ada beberapa peralatan seperti alat pelindung diri (APD), kompor listrik, tabung reaksi, kulkas, puluhan botol berisi bahan kimia, ember dan lainnya. 

"Mereka membuatnya secara tutorial yang diajari oleh pria berinisial KA (status DPO) melalui video call," lanjut Kombes Gembong. 

Ia menyebut, pengungkapan kasus ini berawal dari pengiriman prekusor bahan kimia untuk pembuatan obat berbahaya dikirim secara berkala dari luar negeri ke Semarang. Barang itu dikirim tanpa mencantumkan alamat lengkap. 

"Hanya diberi alamat Banyumanik. Kami telusuri alamat persisnya dari orang yang ambil paket di kantor jasa ekspedisi. Jadi dia memonitor nomor resi. Dia datang ambil kita ikuti," tuturnya.

Bahan-bahan untuk membuat happy water, kata dia, tak sepenuhnya dari bahan luar negeri. Adapula bahan lokal. "Porsinya 40-60 persen,  40 persen luar negeri, 60 persen dari lokal bisa beli di sini seperti cairan-cairan," ujarnya.

Ia memastikan, rumah produksi ini belum sempat mengirim barang keluar. Artinya, mereka hanya sebatas masih produksi saja. 

"Barang belum terkirim. Kami bendung jangan sampai keluar. Karena kalau keluar sangat berbahaya efeknya kayak ekstasi makanya namanya happy water, air yang menyenangkan di seduh saja kayak minum extrajoss bisa on," bebernya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved