Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dewan Minta Pemkot Semarang Antisipasi Laju Inflasi, Bisa Gunakan Cara Ini

Kenaikan inflasi yang terlalu tinggi bisa berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daya beli masyarakat menjadi lemah. 

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Suasana Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang tahun 2023 di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kota Semarang, Rabu (17/4/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang memberikan rekomendasi terhadap kinerja Pemkot Semarang, di antaranya antisipasi laju inflasi di ibu kota Jawa Tengah agar tidak naik signifikan.

Kenaikan inflasi yang terlalu tinggi bisa berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daya beli masyarakat menjadi lemah. 

Hal itu dibahas dalam Rapat Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan LKPJ Wali Kota Semarang Tahun Anggaran 2023 di Ruang Sidang Paripurna DPRD kota Semarang, Rabu (17/4/2034).

Baca juga: Tutup Program USAID CCBO, Mbak Ita Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Semarang

Baca juga: Tanggapan Erry Sadewo dan Anang Budi Utomo Masuk Bursa Pilwakot Semarang 2024 dari Partai Golkar

Anggota Pansus LKPJ 2023, Joko Santoso mengatakan, Pemkot Semarang harus bisa mengantisipasi laju inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pihaknya mendorong adanya penambahan anggaran untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi. 

"Kalau perlu, bisa menambah anggaran untuk bagaimana tingkat inflasi ini bisa ditekan dan tidak terlalu jauh dari angka laju pertumbuhan ekonomi yang saat ini sudah cukup baik," jelasnya. 

Ketua Pansus LKPJ 2023, Rukiyanto menyampaikan, secara umum laporan LKPJ Wali Kota Semarang 2023 terlihat cukup bagus.

Pihaknya menerima LKPJ tersebut.  

Dalam laporan LKPJ Wali Kota Semarang, ada tiga BAB dan baru dilakukan pembahasan sampai bab dua. 

Baca juga: Warga Pedurungan Semarang Pertahankan Tradisi Bagi Kupat Jembut Sebagai Simbol Saling Bermaafan

Baca juga: Diskon Tarif Tol 20 Persen Tanggal 17-19 April 2024, dari Semarang Sampai Jakarta

"Kami sudah bahas bagian mulai indeks IPM dan laju pertumbuhan ekonomi, maupun penyampaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang untuk melihat capaian kinerja Pemkot Semarang serta memberikan rekomendasi dan masukan dari dewan," paparnya. 

Laporan LKPJ Wali Kota Semarang 2023 didahului dengan pemaparan dari Pemkot Semarang berupa terkait indeks laju pertumbuhan ekonomi (LPE), laju inflasi, dan indeks pembangunan manusia (IPM) kota Semarang tahun 2023.

Dalam pemaparan itu, secara umum bahwa trend pertumbuhan ekonomi tumbuh positif, tingkat inflasi rata-rata masih cukup terjaga dan masih rendah dari provinsi dan nasional.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin menyampaikan, laju inflasi masih bisa diintervensi dengan berbagai program yang bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi.

Terutama, di sektor UMKM yang juga sempat terkena dampak dari pelambatan ekonomi karena pandemi Covid-19. 

"Kami lihat masih belum seluruhnya usaha masyarakat ini menjadi pulih karena untuk menambah kapasitas produksi dan sisi pemasarannya masih perlu didorong lagi," katanya. (*)

Baca juga: 2 Ribu Calon Jamaah Haji Tak Bisa Lunasi BPIH, Kemenag Jateng: Kami Tutup dari Kuota Cadangan

Baca juga: Zaskia Adya Mecca Istri Hanung Bramantyo: Budaya Pernikahan di Indonesia Mahal dan Menyulitkan

Baca juga: Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Buka Suara Terkait Isu Aturan Seragam Sekolah Baru

Baca juga: Viral Truk Towing Kabur Usai Adu Senggol dengan Pemotor di Ungaran Semarang: Keduanya Kebut-kebutan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved