Berita Jateng
Harga Bawang Merah Tinggi Gara-gara Gagal Panen
Sejak hari-hari terakhir Ramadan hingga saat ini, harga bawang merah di pasaran mengalami lonjakan signifikan.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sejak hari-hari terakhir Ramadan hingga saat ini, harga bawang merah di pasaran mengalami lonjakan signifikan.
Pantauan Tribun Jateng di beberapa pasar tradisional di Kota Semarang, harga bawang merah bahkan menembus Rp 60.000-Rp 70.000 per kg setelah Lebaran ini.
Menanggapi hal itu, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Alex Chandra mengatakan, tingginya harga bawang merah saat ini terjadi akibat bencana banjir sebelum dan awal Ramadan lalu yang menyebabkan gagal panen di sejumlah daerah.
Menurut dia, gagal panen itu terjadi hampir di sepanjang Pantura Jawa, seperti Cirebon, Brebes, Kendal, Demak, Grobogan, dan Pati. Sedangkan kondisi cuaca ekstrem juga terjadi saat ini, di mana hal itu berpengaruh terhadap turunnya produktivitas bawang merah.
"Total terdampak banjir ini ada sekitar 3.500 hektare, tapi yang puso itu 2.500 hektare. Dampaknya (banjir-Red) besar. Produksi sekarang juga tidak terlalu bagus, karena cuaca ekstrem, kalau panas, panas sekali, dan kalau hujan, hujan terus. Itu berpengaruh ke penurunan produksi," katanya, saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (17/4).
Di tengah dampak banjir tersebut, Alex menuturkan, harga bawang merah di tingkat petani mengalami lonjakan tajam, yakni sudah mencapai kisaran Rp 30.000-Rp 50.000 per kg saat ini.
"Harga bawang merah paling rendah di tingkat petani yang gagal panen itu Rp 30.000 ribu/kg. Kalau kualitas paling bagus Rp 50.000/kg. Ini kalau sampai ke konsumen dijual eceran ya bisa sampai Rp 70.000/kg," ucapnya.
Ia memperkirakan, tingginya harga bawang merah itu akan terjadi hingga awal bulan depan. Harga dimungkinkan akan turun perlahan pada pertengahan Mei, seiring dengan dimulainya panen pada bulan tersebut.
"Bulan kelima, minggu pertama atau kedua kemungkinan sudah mulai normal. InsyaAllah harganya bisa di bawah Rp 40.000/kg, karena ada sebagian daerah sekarang sudah ada yang tanaman bawangnya berumur sekitar 1 bulan, seperti Kendal, dua kecamatan di Demak, dan Purwodadi. (Varietas-Red) Bima juga umur satu bulan sudah lumayan banyak.
Kemudian di sentra-sentra Sumatera Barat, umur 40 harian sudah mulai ada," ungkapnya.
Meski demikian, satu petani asal Brebes, Juwari menyatakan, tingginya harga bawang merah saat ini dirasa menguntungkan bagi petani yang tidak terdampak banjir.
"Banyak bawang merah gagal panen dan puso, sehingga kondisinya sekarang lagi menipis di lapangan, bahkan sedikit sekali. Untuk petani yang tidak terdampak, ini menguntungkan," bebernya.
"Kalau kondisi tanaman bawang merah saya di Brebes aman, kemarin baru panen. Ini harus memasok ke Pasar Induk Kramat Jati untuk kestabilan harga," tuturnya. (idy)
Baca juga: Diguyur Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Jumat 19 April 2024
Baca juga: Si Kuning Antam Catat Rekor Tertinggi Lagi, Konflik Timur Tengah Dorong Harga Emas Terus Melambung
Baca juga: 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Bingkai di Jakarta Selatan, 2 di Antaranya Anak-Anak
Baca juga: Jadwal Film Bioskop Pati Hari Ini, Jumat 19 April 2024
| Target 10,5 Juta Ton Padi di Jateng Terancam Kemarau Ekstrem El Nino |
|
|---|
| Distribusi Air Bersih Bencana Kekeringan di Jateng Terancam Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi |
|
|---|
| Jateng Masuk Peta Pembangunan Tanggul Raksasa Pantura, Demak dan Semarang Jadi Prioritas |
|
|---|
| Hadapi Kemarau, Provinsi Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih |
|
|---|
| Pantura Jateng Masuk Prioritas Awal Penanganan Rob dan Abrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/harga-bawang-merah-di-brebes-naik-jadi-rp-22-ribu-per-kilogram_20150506_151558.jpg)