Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga Italia

Inter Milan Juara Serie A Terasa Nikmat: Karya Marotta dan Dua Bintang di Musim Depan

Inter Milan akhirnya menorehkan scudetto ke-20 setelah melumat rival sekota, AC Milan. 

Tayang:
Editor: galih permadi
Photo by GABRIEL BOUYS / AFP)(AFP/GABRIEL BOUYS
Pemain Inter Milan merayakan keberhasilan menjuarai Liga Italia 2023-2024. Kepastian Inter juara Serie A 2023-2024 datang berkat kemenangan 2-1 atas AC Milan pada laga pekan ke-33 Liga Italia 2023-2024 di Stadion San Siro, 22 April 2024. 

TRIBUNJATENG.COM - Inter Milan akhirnya menorehkan scudetto ke-20 setelah melumat rival sekota, AC Milan, Selasa (23/4/2024) dini hari. 

Beppe Marotta angkat nama bareng Venezia berkat transaksi meminjam Alvaro Recoba dari Inter pada 1999.

Kini, karya hebat Marotta memberi scudetto buat Inter. 

CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan momen-momen akhir laga pekan ke-33 Liga Italia 2023-2024 yang menyuguhkan laga panas bertajuk Derby della Madonnina.

Baca juga: SC Heerenveen Hanya Beri Izin Sampai Fase Grup, Nathan Tjoe-A-On Tinggalkan Timnas U23 Indonesia

Ya, duel dua tim sekota AC Milan vs Inter Milan digelar pada Senin (22/4/2024) atau Selasa dini hari WIB.

Derbi yang bermuatan historis. Sebab untuk kali pertama sepanjang sejarah, pertemuan Milan vs Inter digelar pada hari Senin.

Selain itu, Derby della Madonnina kali ini juga memunculkan kesempatan langka buat Inter Milan, yakni merayakan scudetto ke-20 atau raihan bintang kedua tepat di hadapan sang tetangga AC Milan.

Marotta menyebut merayakan scudetto dengan kemenangan atas Milan akan menambah nikmat kesuksesan Inter.

Nikmat itu benar-benar dirasakan Inter Milan yang menang 2-1 atas AC Milan pada pekan ke-33 Liga Italia berkat gol Francesco Acerbi (16') dan Marcus Thuram (49').

AC Milan yang mengakhiri laga dengan sembilan orang karena Theo Hernandez dan Davide Calabria kena kartu merah, harus rela melihat pesta sang tetangga. 

Milan yang mencoba segala upaya untuk menunda pesta Inter, hanya bisa mencuri satu gol via tandukan Fikayo Tomori (80"0.

"Hari ini saya ingin menikmati scudetto ini. Kami telah bekerja sangat keras sejak pramusim di Jepang. Kami mengganti 12 pemain, kami membuat sejarah.

Pesta tidak akan berakhir malam ini!" kata kapten Inter, Lautaro Martinez usai laga kontra Milan. Kata-kata Lautaro itu menggambarkan bagaimana Inter bisa tetap kompetitif dan mencetak sejarah meski berubah wajah.

Ya, pada musim panas 2023 silam, tak lama setelah menembus final Liga Champions 2022-2023, Inter Milan harus melepas sejumlah pilar kunci. Skuad beralias Il Nerazzurri menjual sang kiper andalan, Andre Onana, ke Man United dengan biaya transfer mencapai 50 juta euro.

Tak cuma Onana, Inter juga kehilangan Edin Dzeko, Marcelo Brozovic, Milan Skriniar, dan Robin Gosens. 

Sejumlah nama yang kerap jadi pelapis semodel Joaquin Correa, Danilo D'Ambrosio, dan Roberto Gagliardini juga ikutan pergi dari Giuseppe Meazza. 

Namun, pekerjaan sang CEO yang merupakan master transfer, Giuseppe "Beppe" Marotta, membuat Inter tetap kompetitif.

Sejumlah transfer cerdas dilakukan Beppe Marotta pada musim panas 2023.

Bahkan, tak sedikit yang mengatakan bahwa Nerazzurri sejatinya sudah memenangi scudetto pada pertengahan tahun lalu, kala bursa transfer musim panas ditutup.

Karya Master Marotta

Inter Milan mendapatkan Marcus Thuram secara gratis. Transfer ini menegaskan status Marotta sebagai "Raja Bosman" seiring kepiawaiannya mendatangkan pemain dengan cuma-cuma.

Kala masih bekerja untuk Juventus, Marotta pernah merekrut nama-nama besar semodel Andrea Pirlo, Sami Khedira, Paul Pogba, dan Patrice Evra tanpa biaya sepeser pun.

Bahkan, Pogba dijual lagi ke Man United dengan rekor transfer 110 juta euro! Kembali ke transfer Thuram, Marotta juga memastikan Inter memenangi persaingan dengan AC Milan.

Seperti diketahui, Thuram adalah target idaman Milan yang berambisi menemukan pengganti sepadan untuk Olivier Giroud.

Sampai kini, Milan belum berhasil menemukan suksesor Giroud yang sudah berusia 37 tahun.

Di sisi lain, Inter Milan menikmati gol-gol Marcus Thuram yang musim ini selalu mencetak gol dalam dua laga Derby della Madonnina.

Selain kalah bersaing dalam pengejaran Thuram, AC Milan pun harus melihat pemain yang sempat masuk radar mereka, Davide Frattesi, berlabuh ke Inter Milan

Fratessi memang tak segera menjadi pemain inti di skuad Inter Milan asuhan Simone Inzaghi. Namun, ia berjasa menciptakan gol krusial pada masa injury time dalam laga kontra Verona (2-1) dan Udinese (2-1).

Transfer cerdas lain Marotta adalah mendatangkan Yann Sommer untuk mengisi lubang yang ditinggalkan Onana. Bersama Inter musim ini, Sommer tampil apik dan mengemas 17 clean sheet.

Rekrutan lain Marotta semodel Benjamin Pavard, Alexis Sanchez, dan Marko Arnautovic juga terbukti bisa memberi kontribusi meski tak selalu menjadi pemain inti. Takdir seperti menggariskan Marotta untuk sukses bersama Inter.

Pria asal Varese itu mulai angkat nama pada 1998-1999 ketika masih bekerja di Venezia.

Marotta kala itu seperti melakukan keajaiban dengan membujuk bintang Inter Milan, Alvaro Recoba, untuk membela Venezia pada paruh kedua musim 1998-1999.

Recoba pun menjalani salah satu musim terbaiknya di Serie A. Pada paruh kedua Serie A 1998-1999, pria beralias El Chino mengemas 11 gol dan memastikan Venezia sintas di kasta tertinggi sepak bola Italia.

"Beppe Marotta adalah pribadi yang baik. Di Venezia, Anda sudah bisa melihat ketenangannya, kemampuannya untuk mencari solusi, menciptakan kesatuan dalam klub dan pemain," ujar Recoba dikutip dari Sempre Inter. Marotta pula yang memberi nasihat kala Recoba membawa pulang televisi raksasa usai mencetak gol untuk Venezia.

 Presiden Venezia kala itu, Maurizio Zamparini memang memperbolehkan Recoba meminta apa saja asalkan bisa bikin gol. "Chino, itu berlebihan," ujar Recoba mengenang nasihat Marotta kepadanya.

"Hal yang menyenangkan adalah dia tidak berubah. Terkadang ketika status dan kuasa Anda meningkat, Anda menjadi orang lain. Dia tetap sama seperti 23 tahun lalu, rendah hati, dan profesional," ujar Recoba soal Marotta pada 2021 silam.

Kepribadian Marotta tak berubah, namun kejeliannya dalam beroperasi di lantai bursa transfer kian matang.

Setelah Venezia, Sampdoria merasakan sendiri karya hebat Marotta yang berhasil mendatangkan Antonio Cassano dari Real Madrid.

Kerja bagus di Sampdoria menjadi tiket Marotta menuju Juventus, di mana dirinya merasakan nikmat meraih tujuh scudetto.

Sentuhan emas Marotta pula lah yang memutus dominasi Juventus di Serie A. Ia pindah ke Inter pada 2018 dan berkontribusi besar terhadap raihan scudetto ke-19 tim pada 2020-2021. 

Kala itu, Marotta melihat keputusannya menunjuk partner lama di Juventus, Antonio Conte, untuk mengisi pos pelatih Inter, berujung sukses. Ketika Conte pergi usai kesuksesan scudetto pada 2020-2021, Marotta tak melewatkan kesempatan untuk memboyong Simone Inzaghi ke Giuseppe Meazza.

Marotta pernah menyebut bahwa Presiden Lazio, Claudio Lotito "marah" karena Inter mendekati Inzaghi.

"Lazio ingin melanjutkan hubungan. Namun, saya merasa sudah waktunya membuat perubahan," tutur Simone Inzaghi soal keputusannya menerima tawaran Inter dan Marotta.

Keputusan yang jelas kini tak akan disesali oleh Simone Inzaghi. Ia kini menjadi salah satu pelatih tersukses Inter sejak era modern Serie A yang dimulai pada 1929-1930.

Sejak membesut Inter pada 2021, Inzaghi telah menghadirkan total enam trofi, termasuk yang terbaru gelar scudetto 2023-2024.

Soal raihan trofi bersama Inter, Simone Inzaghi hanya kalah dari Helenio Herrera dan Robero Mancini yang sama-sama sukses mendapatkan tujuh piala.

Pendekatan Inzaghi yang pernah disebut media Calciomercato sebagai "Demonismo" mampu mengembangkan fondasi yang ditinggalkan Conte. Idiom "Demonismo" merujuk kepada julukan baru Simone Inzaghi, yakni The Demon of Piacenza (Iblis dari Piacenza).

Bersama Inzaghi, Inter lebih piawai melakukan manajemen penguasaan bola tanpa kehilangan kemampuan untuk memukul lawan via serangan balik cepat.

“Saya sekali lagi memuji Inzaghi, karena setiap pelatih memiliki metode dan bahasanya sendiri dalam tim, dia sempurna dalam menciptakan hubungan baik dengan para pemain dan mereka merasa nyaman dengannya," ucap Marotta.

"Dia seperti teman atau mantan rekan satu tim, lebih dari apa pun," kata Marotta yang pernah merekrut Simone Inzaghi sebagai pemain di Sampdoria pada 2005.  Pilihan Marotta sekali lagi tak salah.

Inzaghi, sang Iblis dari Piacenza, bisa merayakan gelar juara Liga Italia 2023-2024 bersama Inter tepat dalam duel melawan Milan yang beralias Setan Merah.(*) 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved