Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Misteri Kematian Puluhan Sapi di Nganjuk, Tiba-tiba Mati Mendadak

Kematian puluhan hewan ternak sapi di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur masih menjadi misteri.

Editor: rival al manaf
PIXABAY/RITAE via Kompas
Ilustrasi sapi, ternak sapi. Direktur Kesehatan Hewan di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin menerangkan Kabupaten Gunung Kidul adalah salah satu kawasan endemis antraks. 

TRIBUNJATENG.COM – Kematian puluhan hewan ternak sapi di Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur masih menjadi misteri.

Hal itu membuat warga heboh karena kasus sapi mati mendadak dalam sebulan terakhir.

Fakta ini membuat mereka resah.

Baca juga: Doa Agar Mudah Menghafal Al-Quran

Baca juga: Nasib Pegawai Toko Tendang Kucing Saat Hujan Deras, Langsung Dipecat Si Bos

Baca juga: Kalender Jawa Besok 24 April 2024, Watak Weton Rabu Legi: Jujur dan Loyal

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, setidaknya ada 44 ekor sapi di Ngetos yang mati mendadak.

Kejadian tak biasa ini mulai terjadi sejak Maret 2024. Salah satu pemilik sapi yang mati mendadak adalah Sumiran.

Ia menyebut sapi-sapinya sehat dan sempat menyaksikan hewan tersebut makan dengan lahap.

Namun tiba-tiba sapi yang tengah hamil milik warga Dusun Watulanang, Desa Suru, Kecamatan Ngetos, tersebut mati secara mendakak.

"Kejadiannya malam 21 Ramadhan (31 Maret 2024). Saat jam 13.00 WIB sapi itu masih makan dengan lahap."

"Kemudian jam 15.30 sapi itu tiba-tiba geblak (jatuh), kejang-kejang, dan langsung mati," ujar Sumiran, Selasa (23/4/2024).

"Setelah beberapa jam kemudian disusul dengan kematian sapi satunya. Jika dihitung, sudah puluhan sapi sekitar sini yang mati," imbuhnya.

Kejadian serupa juga terjadi pada tetangga Sumiran, yakni Darti.

Jarak kandang milik Sumiran dengan Darti hanya sekitar 50 meter.

Darti menceritakan, kematian sapi miliknya diawali dengan denyut jantung ternaknya yang tiba-tiba berdetak kencang.

Kemudian sapi berjalan mundur, hingga akhirnya tergeletak dan mati.

"Kejadiannya jam 14.00 WIB. Tidak berselang lama kemudian ada kabar bahwa hewan ternak milik Pak Sumiran juga mati," kata Darti.

Camat Ngetos, Nuri Prihandoko, mengaku heran dengan apa yang terjadi di wilayahnya. 

Fenomena tak biasa ini ia laporkan ke dinas terkait.

"Ada tiga desa yang melaporkan kasus kematian sapi mendadak, di (Desa) Suru 19 ekor, (Desa) Ngetos 10 ekor, dan (Desa) Blongko 15 ekor."

"Dari laporan itu kami langsung tindaklanjuti ke Dinas Pertanian (Kabupaten Nganjuk)," tuturnya.

Petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk kemudian mendatangi sejumlah peternak di Kecamatan Ngetos.

Hasilnya, diduga penyebab kematian puluhan sapi di Kecamatan Ngetos ini karena keracunan.

"Dari sampel kandang yang kami datangi, kami investigasi, kami amati, kemudian kami wawancara, kemungkinan dengan kejadian yang sangat cepat, rentang waktu dari yang awalnya kondisi baik-baik saja, sehat, mau makan minum normal."

"Kemudian ada gejala kejang, terus kemudian inkoordinasi gerak, kemungkinan diagnosanya mengarah ke intoksikasi atau keracunan," jelas dokter hewan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, drh Nurisna Solihatin.

Ia menduga keracunan yang dialami puluhan sapi di Kecamatan Ngetos ini bukan karena obat pertanian yang beredar di pasaran.

"Jadi kemungkinan, kalau misalnya itu dari obat di sawah kayak gitu, pupuk atau yang sebagainya, saya rasa bukan,” paparnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Heboh Puluhan Sapi di Nganjuk Mati Mendadak, Diduga Keracunan"

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved