Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Pendapatan dan Perencanaan Akuntabel Kunci Pembangunan Daerah Optimal Kabupaten Jepara.

Dinamika pembangunan daerah di Kabupaten Jepara bisa berakselerasi manakala didukung dengan perencanaan dan dukungan anggaran yang signifikan

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
Istimewa
Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan bersama Ketua Komisi A DPRD Jepara Agus Sutisna, Kepala BPKAD Jepara Florentina Budi Kurniawati, dan Kepala Bappeda Jepara Hasannudin Hermawan 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Dinamika pembangunan daerah di Kabupaten Jepara bisa berakselerasi manakala didukung dengan perencanaan dan dukungan anggaran yang signifikan dan memadai. 


Demikian yang disampaikan  Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan bersama Ketua Komisi A DPRD Jepara Agus Sutisna, Kepala BPKAD Jepara Florentina Budi Kurniawati, dan Kepala Bappeda Jepara Hasannudin Hermawan.


Agus Sutisna memaparkan esensi optimalisasi pendapatan di Jepara bahwa sinergitas antara eksekutif dan legislatif yang berjalan sangat harmonis terkait perencanaan pembangunan yang sumbernya dari PAD dapat berlangsung baik.


 Ia menambahkan dalam menjalankan tugas dan fungsi anggaran, DPRD Jepara terus memberikan masukan khususnya pada dua hingga tiga tahun pascacovid yang cenderung terseok. 


“Kami betul mengharapkan pendapatan yang optimal, tapi dalam betul-betul akuntabel, artinya dapat dipertanggunjawabkan. Karena jika perencanaan tinggi tapi tidak bisa dilaksanakan artinya tidak akuntabel,” ujar Agus.


Hasannudin Hermawan menggarisbawahi bahwa perencanaan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah.


Proses pembangunan ke depan tergantung beberapa faktor salah satunya bagaimana kegiatan perencanaan potensi pendapatan dijalankan. 


“Kalau melihat perencanaan di Jepara tahun 2025 sudah direncanakan h-1 tahun anggaran, harapannya sebelum nanti ditetapkan bersama legislatif dan eksekutif bisa dilakukan sebaik-baikya melibatkan semua stakeholder,” ucap Hasannudin.


Kepala Bappeda Jepara tersebut turut memparkan kendala perencanaan yang ada di Jepara


Antara lain dari aspek geografis, aspek kesejahteraan masyarakat, dan aspek daya saing daerah.  


“Jadi apapun sudah kami rencanakan sudah kita hitung tapi pasti ada hambatan. Kami melakukan mapping namun masih ada kendala,” kata Hasannudin.


Kepala BPKAD Jepara Florentina Budi Kurniawati mengibaratkan pendapatan daerah seperti Bahan Bakar Minyak (BBM). 


“Tanpa BBM tidak bisa jalan, tanpa angggaran tidak bisa jalan kegiatan-kegiatan kecuali ada BBM cadangan dari pusat,” kata Florentina.


Kepala BPKAD Jepara menyinggung dukungan masyarakat sangat penting untuk menghimpun pendapatan asli daerah untuk mendukung pembangunan.


“Kesadaran dan kerjasama karena tanpa kesadaran dari wajib pajak seakan pintunya ditutup,” tandasnya. (Ito)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved