Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Petani di Blora Ungkap Banyak Kendala Budidaya Bawang Merah, Sulit Dikendalikan 

Meskipun begitu, dalam proses budidaya bawang merah hingga panen, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak gagal panen

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muslimah
TribunJateng.com/M Iqbal Shukri
Lahan bawang merah milik Aris Kertawinanda, Petani bawang merah asal Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bawang merah menjadi salah satu tanaman hortikultura yang kerap dibudidayakan petani.


Selain karena harga jualnya yang bagus, bawang merah merupakan bahan yang selalu digunakan dalam campuran aneka masakan.


Meskipun begitu, dalam proses budidaya bawang merah hingga panen, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak gagal panen.


Petani bawang merah asal Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Aris Kertawinanda, mengatakan ada beberapa kendala dalam budidaya bawang merah.


"Kendala budidaya itu mulai dari serangan hama dan jamur," jelasnya, Rabu (01/05/2024).


Menurut Aris untuk mengatasi jamur, upaya yang dilakukan yakni dengan menggunakan fungisida, baik kontak atau pun sistemik.


Selain jamur, petani sering kali dibuat gelagapan karena serangan ulat grayak pada tanaman bawang merah.


Serangan ulat grayak mengancam tanaman bawang merah, sehingga berpotensi menggagalkan panen petani.


"Paling susah adalah serangan ulat. Ulat grayak kalau sudah masuk ke tanaman bawang merah, itu susah sekali dikendalikan," jelasnya.


Selain, serangan hama dan jamur, cuaca menjadi juga mempengaruhi keberhasilan budidaya bawang merah.


Menurut Aris, perlakuan budidaya bawang merah pada musim penghujan dan musim kemarau mempunyai perlakuan yang berbeda.


"Faktor cuaca sangat mempengaruhi, kalau di musim hujan kita harus pandai-pandai memilih fungisida, karena serangan jamur di musim hujan lebih dominan,"


"Kalau di musim kemarau, itu kita lebih masif ke penggunaan insektisida, karena serangan hama biasanya banyak," jelasnya.


Aris berharap tanaman bawang merahnya tidak terserang hama, jamur, dan saat waktu panen tiba harga jual bawang merah tinggi.


"Semoga tidak ada serangan hama, jamur, dan bisa berhasil. Kelihatannya cuacanya ini juga bagus," paparnya.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved