Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Tarsum Pemutilasi Istri Resmi Tersangka, Ini Alasannya Punya Utang ke Bank hingga Ratusan Juta

Tarsum  yang memutilasi istri sendiri di Ciamis telah ditetapkan sebagai tersangka

Editor: muslimah
Ai Sani Nuraini/Tribun Jabar
Polisi bersiap mengevakuasi potongan tubuh seorang perempuan yang dibunuh suaminya di Blok Cimeong, Dusun Sindangjaya, Rt 08, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Ciamis, Jumat (3/5/2024). 

TRIBUNJATENG.COM - Tarsum  yang memutilasi istri sendiri di Ciamis telah ditetapkan sebagai tersangka.

Peritiwa mutilasi terjadi di Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (3/5/2024).

Motif mutilasi juga mulai terkuak.

Termasuk alasan sampai Tarsum utang ratusan juta.

Baca juga: Polah Mencurigakan Tarsum Sebelum Mutilasi Istri, Pak RT: Bukan Kebiasaannya

Baca juga: Tangis Histeris Bocah Laki-laki di Minahasa Selatan Menyaksikan Sang Ibu Dibunuh Ayahnya Sendiri

Tampang Tarsum Suami yang Mutilasi Istri di Ciamis dan Tawarkan Daging Korban ke Tetangga
Tampang Tarsum Suami yang Mutilasi Istri di Ciamis dan Tawarkan Daging Korban ke Tetangga (Instagram/ndorobeii)

Adapun informasi status tersangka dibenarkan oleh Kapolres Ciamis, AKBP Akmal.

"Sudah tersangka," ujarnya, Senin (6/5/2024) dikutip dari laman berita Polri.

Akmal menyebut Tarsum dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 334 KUHP.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Joko Prihatin mengungkapkan dugaan motif Tarsum sampai tega membunuh dan memutilasi istrinya sendiri lantaran memiliki utang Rp 100 juta.

Joko mengungkapkan hal tersebut diketahui dari keterangan sejumlah saksi.

"Menurut keterangan saksi memang ada utang lebih dari Rp 100 juta," kata Joko masih dikutip dari laman berita Polri.

Dia menyebut utang tersebut untuk membayar usahanya yang bangkrut serta memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, Joko menegaskan utang yang dilakukan Tarsum dilakukan lewat bank dan bukan lewat pinjaman online (pinjol).

"Utang ke bank dan pribadi bukan ke pinjol," tuturnya.

Kendati demikian, Joko menegaskan bahwa dugaan ini belum terkonfirmasi langsung lewat kesaksian dari tersangka sendiri.

Hal tersebut lantaran Tarsum masih sulit untuk diajak berkomunikasi.

Dia mengungkapkan, tersangka akan diperiksa kondisi kejiwaannya pada hari ini oleh penyidik dan pihak rumah sakit.

"Akan kita periksa kejiwaannya hari ini," tuturnya.

Utang Judi Rp 150 Dibantah sang Anak

Penjelasan dari Polres Ciamis pun sekaligus membantah kabar di mana motif Tarsum memutilasi istrinya lantaran anaknya, CP memiliki utang judi mencapai Rp 150 juta, sehingga membuat tersangka stres lantaran didatangi banyak penagih ke rumahnya.

Dikutip dari Tribun Medan, keluarga turut membantah terkait kabar tersebut.

CP, kata pihak keluarga, tidak memiliki utang judi mencapai Rp 150 juta.

"Saya pribadi perwakilan keluarga CP, anak korban. Beredar info utang Rp 150 juta, itu hoaks tidak benar. Saya sudah konfirmasi ke keluarga terutama ke CP (berita soal utang tidak benar)," tulis perwakilan keluarga korban.

Senada, Ketua RT setempat, Yoyo Tarya juga membantah terkait kabar tersebut.

"Itu berita enggak benar, enggak ada informasi semacam itu," tutur Yoyo.

Kronologi Tarsum Mutilasi Istrinya

Detik-detik Penangkapan Tarsum Suami di Ciamis yang Mutilasi Istri dan Tawarkan Daging ke Warga
Detik-detik Penangkapan Tarsum Suami di Ciamis yang Mutilasi Istri dan Tawarkan Daging ke Warga (X/@UusRsd)

Sebelumnya, aksi T melakukan mutilasi terhadap istrinya sempat direkam oleh warga.

Dikutip dari Tribun Jabar, T terekam menjinjing sesuatu dan membawa pisau.

Ketika direkam lebih dekat, perekam kaget ternyata T membawa potongan tubuh dan melemparnya ke sebuah karung.

"Mawa peso, dikunjalan (bawa pisau, dibawa)," kata perekam tersebut.

"Astaghfirulla alazim!" sambungnya.

T kemudian mengumpulkan potongan tubuh istrinya di pos ronda kampung tersebut.

Tak sampai di situ, menurut beberapa warga setempat, pelaku juga menyeret potongan tubuh korban ke halaman rumah tetangganya yang kini sudah dipasangi garis polisi.

Ketua RT setempat, Yoyo Tarya pun sempat ditawari potongan tubuh korban oleh T. 

"Ditawarkan ke saya, ini daging dari pasar, daging dalam baskom," ujarnya

Selain itu, masih berdasarkan cerita warga sekitar, Y berprofesi sebagai penjual domba di dusun tersebut.

Y juga diduga mengalami depresi lantaran faktor ekonomi dan sempat ada orang yang menagih utang ke rumahnya. (Tribunnews.com)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved