Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bisnis

Investor Pasar Modal Jateng Terus Tumbuh

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memacu pertumbuhan investor pasar modal di Jateng, menyusul potensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis: Vito | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng
Kepala Kantor BEI Jateng I Fanny Rifqi El Fuad (kedua kanan) bersama Branch Manager Semarang CGS International Securitas Yannuar (kanan) mengunjungi kantor Tribun Jateng, Rabu (8/5). 

TRIBUNJATENG.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memacu pertumbuhan investor pasar modal di Jateng, menyusul potensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Kantor BEI Jateng I, Fanny Rifqi El Fuad mengatakan, jumlah investor di provinsi ini terus mengalami pertumbuhan positif, di mana saat ini tercatat sekitar 500 ribu orang, dengan dominasi dari kalangan generasi muda.

"Jumlah investor terus tumbuh, di Jateng pada 2023 tumbuh sekitar 20 persen. Generasi muda mendominasi sekitar 70 persen, terutama kalangan mahasiswa. Kalau untuk orang-orang kelahiran tahun 80an ke bawah sudah susah (minat jadi investor-Red)," ujarnya, dalam kunjungan di Tribun Jateng, Rabu (8/5).

Dalam upaya memacu pertumbuhan investor pasar modal, Fanny menuturkan, BEI terus menggencarkan sosialisasi lewat berbagai program, khususnya dengan menggandeng kampus-kampus di daerah.

Menurut dia, kegiatan sosialisasi di kampus mampu menjaring mahasiswa untuk ikut berinvestasi di bursa, meski dari sisi nominal masih kecil.

Sementara, sejumlah program lain juga mampu menarik investor dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu muda.

"Investasi di bursa sekarang kan tidak harus menyediakan uang dengan jumlah besar, karena jumlah saham yang ditransaksikan di bursa sekarang sudah jauh lebih kecil, dari sebelumnya 1.000 lembar/lot, sekarang hanya 100 lembar/lot. Jadi semua kalangan bisa masuk," jelasnya.

"Selain itu, spread (selisih-Red) kenaikan dan penurunan harga saham di bursa juga dibatasi, sehingga dapat meminimalkan potensi kerugian investor," sambungnya.

Berkait dengan kondisi politik Tanah Air usai kemenangan paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di pilpres 2024, Fanny menyatakan, hal itu tidak terlalu mempengaruhi bursa.

Terbukti dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berada di level 7.000 lebih.

"Kalau soal politik, investor pasar modal itu cenderung realistis, yang penting kondisi aman terkendali, tidak banyak gejolak, dan cepat selesai (perdebatan pilpres-Red)," tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager Semarang CGS International Securitas Yannuar menyatakan, investor dapat memilih saham-saham unggulan untuk tahap awal, terutama yang dikeluarkan perusahaan-perusahaan besar.

Ia pun mengingatkan investor pemula untuk tidak terlalu mengejar keuntungan besar ketika berinvestasi di bursa, dengan yang paling penting adalah mencermati kinerja perusahaan, dan sejumlah faktor lain.

"Kadang orang memburu keuntungan cepat di pasar modal, tetapi lupa kalau harga saham sangat fluktuatif dipengaruhi berbagai faktor, misal saat musim pembagian deviden saat ini, di mana banyak saham perusahaan besar turun drastis," bebernya. (vto)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved