Puisi Tentang Maut Karya Ajip Rosidi
Puisi Tentang Maut Ajip Rosidi. Berikut puisi Ajip Rosidi: TENTANG MAUT I Kulihat manusia lahir, hidup, lalu mat
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM- Puisi Tentang Maut Ajip Rosidi.
Berikut puisi Ajip Rosidi:
TENTANG MAUT
I
Kulihat manusia lahir, hidup, lalu mati
Menerima atau menolak, tak peduli
Dengan tangan dingin namun pasti
Sang Maut datang dan tiap hidup ia akhiri.
Kuperhatikan perempuan sedang mengandung
Wajahnya riang, mimpinya menimang si jabang
Namun kulihat Sang Maut aman berlindung
Dalam rahim sang ibu ia bersarang.
Kuperhatikan bayi lahir
Dan pertama kali udara dia hirup
Dalam tangisnya kudengar Sang Maut menyindir:
"Jangan nangis, kelak pun hidupmu kututup".
II
Yang kukandung sejak hidup kumulai
Takkan kutolak, meski ia kubenci
Tapi kalau hidupku nak dikunci
Datang Tuhan menawari:
"Sukakah kau hidup semenit lagi?"
Kujawab pasti: "Suka sekali!"
III
Seperti gelap bagi kanak-kanak, pernah pada Maut aku ngeri
Karena tak berketentuan, bisa nyergap sesuka hati
Membayangi langkah, mengintip menanti saat
Dan bagi kesadaran jadi beban paling berat.
Kupertentangkan ia dengan Hidup yang seolah 'kan dia rebut
Kupilih pihak: Karena pada siksa neraka aku takut;
Namun kini tiada lagi, karena selalu kudapati
Napasnya menghembus dalam tiap hidup yang fana ini.
1960
| BREAKING NEWS: KPK Geledah Koperasi Simpan Pinjam di Pati, Ketua Orang Dekat Sudewo |
|
|---|
| Angin Kencang Terjang 3 Kecamatan di Wonosobo, BPBD Catat 14 Rumah Warga Terdampak |
|
|---|
| Klasemen Persijap Jepara Setelah Kalahkan PSM Makassar, Beranjak Dari Posisi Juru Kunci |
|
|---|
| Klasemen PSIS Semarang Setelah Kalahkan Persela Lamongan, Belum Aman dari Degradasi |
|
|---|
| Hasil Babak II Skor 1-0, PSIS Semarang vs Persela Lamongan, Main Dengan 10 Orang Dutra Cetak Gol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sastrawan-indonesia-ajip-rosidi.jpg)