Berita Nasional
Suara Aktivitas Manusia Pengaruhi Populasi Jangkrik
Suara jangkrik ketika malam tiba menjadi harmoni di tengah kegelapan dan kesunyian. Namun, suara tersebut kini terancam makin berkurang bahkan menghil
TRIBUNJATENG.COM - Suara jangkrik ketika malam tiba menjadi harmoni di tengah kegelapan dan kesunyian. Namun, suara tersebut kini terancam makin berkurang bahkan menghilang karena ulah manusia.
Dalam sebuah studi baru, peneliti menemukan bahwa kebisingan yang dihasilkan manusia ternyata dapat berdampak negatif bagi jangkrik.
Seperti dikutip dari Phys, Senin (6/5/2024) hasil evaluasi yang dilakukan peneliti Universitas Denver menyimpulkan pada tingkat kebisingan tertentu, tingkat kelangsungan hidup jangkrik hingga dewasa menurun.
Jumlah keturunan yang menetas pun juga bergantung pada kombinasi kebisingan yang dialami betina selama masa remaja dan dewasa.
Hasil tersebut didapat setelah peneliti memaparkan jangkrik pada empat tingkat kebisingan lalu lintas yang biasa dialami di lingkungan alaminya yaitu hening, 50 desibel, 60 desibel, dan 70 desibel.
Peneliti menemukan jangkrik yang dipelihara dengan tingkat kebisingan 70 desibel (seperti jalanan ramai atau penyedot debu) memiliki kemungkinan 35 persen lebih kecil untuk bertahan hidup di masa dewasa dibandingkan dengan jangkrik yang dibesarkan dalam ruangan yang sunyi.
“Polusi suara baru-baru ini dikaitkan dengan penurunan kelimpahan artropoda, yang secara drastis dapat berdampak pada seluruh komunitas ekologi organisme yang berinteraksi,” kata Robin Tinghitella, peneliti utama studi tersebut dan Profesor Biologi di Universitas Denver.
Namun dari analisis dampak polusi suara terhadapa 15 sifat jangkrik, peneliti menemukan 13 karakteristik lain yang diukur ternyata tidak berubah karena paparan kebisingan.
Hal tersebut menunjukkan pula meski kebisingan yang dihasilkan manusia bertindak sebagai pemicu stres pada jangkrik, serangga ini juga sedang belajar hidup beradaptasi dan berdampingan dengan kebisingan manusia.
Mark Mitchell, Profesor Kedokteran Zoologi di Louisiana State University menambahkan temuan ini penting dalam memahami dampak aktivitas manusia, seperti kebisingan lalu lintas terhadap respons imun dan reproduksi invertebrata seperti jangkrik.
“Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai dampak aktivitas antropogenik (kebisingan lalu lintas) terhadap respon imun dan reproduksi invertebrata (jangkrik),” ujarnya.
Studi pun berkontribusi pada kurangnya bukti di bidang ini dan dapat digunakan untuk memandu perencanaan masa depan. Studi dipublikasikan di BMC Ecology and Evolution.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Suara Bising dari Manusia Berdampak Negatif pada Jangkrik
| PLN Sukses Lakukan Energize 150 kV di Karawang, Perkuat Keandalan Listrik Kawasan Industri |
|
|---|
| BREAKING NEWS, SPBE Bekasi Terbakar Merembet Rumah Warga, Diawali Ledakan Keras |
|
|---|
| RESMI, Pemerintah Tetapkan Kebijakan WFH Bagi ASN Setiap Jumat |
|
|---|
| KPK Perpanjang Masa Penahanan Eks Menag Gus Yaqut 40 Hari |
|
|---|
| SKTT PPPK Kemenham di Yogyakarta Lancar dan Sukses, Penanganan Cepat Jaga Integritas Seleksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-jangkrik.jpg)