Berita Banyumas
Duel Maut di Banyumas Bermula Perkara Tato Pacar Pelaku, Korban Dianiaya hingga Tewas
Satreskrim Polresta Banyumas mengungkap tindak penganiayaan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan kematian di Banyumas
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Satreskrim Polresta Banyumas mengungkap tindak penganiayaan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan kematian di Desa Kaliori RT 04 RW 04, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (21/5).
Polisi menangkap dua pelaku, yakni Akhir Darsito (41) warga Desa Sokaraja Kidul, dan Raka Setyaji (25), warga Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Banyumas.
Adapun korban tewas dalam peristiwa itu, yakni Hendi Purba (42), warga Desa Kaliori RT 4 RW 4, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.
Baca juga: Kronologi dan Alasan Ade Ikat Sukirman di Pinggir Kali Babon Semarang, Sempat Dikejar Pakai Truk
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu mengungkapkan, masalah utamanya bermula dari perselisihan dalam membuat tato pacar pelaku, Taat Widiati, yang dianggap buruk sehingga pelaku marah.
"Pelaku tidak terima karena pacarnya pernah ditato oleh adik korban. Karena hal tersebut pelaku menelepon dan chat via Whatsapp ke korban dengan perkataan yang tidak menyenangkan.
Korban kemudian mengirimkan voice note kembali ke pelaku yang isinya mengajak duel," ujar Edy Suranta Sitepu dalam konferensi pers, Rabu (22/5).
Setelah itu, kata Edy, pelaku dan temannya, Raka, mendatangi rumah korban, tetapi hanya bertemu dengan istri korban.
Pada saat keluar tidak jauh dari rumah korban, kedua tersangka melihat korban di lokasi kejadian.
Pelaku Raka langsung menikamkan pisau ke pelipis kanan korban yang membuat korban mengejarnya.
Ternyata dari belakang korban, ada pelaku menarik tangan korban yang sedang memegang pisau sehingga pelaku dan korban terjatuh.
Kemudian terjadi perkelahian dan pergulatan antara pelaku Akhir dan korban yang menyebabkan paha kanan pelaku terkena pisau.
Ketika korban terjatuh tengkurap dan tangannya dipegang oleh Akhir, Raka menusukkan pisau kearah punggung, perut, lutut, dan paha korban.
Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di lokasi. Selanjutnya para tersangka pergi meninggalkan TKP.
Adapun berdasarkan hasil autopsi, ditemukan luka tikam di dahi kanan dan empat luka tikam di punggung.
Salah satu luka tikam di punggung kanan bawah menembus sampai ke paru kanan yang menyebabkan pendarahan pada rongga dada kanan.
Selain itu, ada pula luka tikam di perut, lutut kanan, dan paha kanan korban. (jti)
| Miris Remaja 14 Tahun Asal Banyumas Jadi PSK di Tangerang, Dijual Ortunya Sendiri Saat Usia 12 Tahun |
|
|---|
| Kisah Kampung Dayak di Purwokerto Isinya Preman, PSK hingga Waria, Kini Sudah Bertransformasi |
|
|---|
| Stasiun Purwokerto Buka Drop Zone Pintu Barat untuk Urai Kepadatan Akibat Lonjakan Penumpang Nataru |
|
|---|
| 28 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Banyumas hingga Desember 2025, LPAI Perkuat Deteksi Dini |
|
|---|
| Pesta Kembang Api Menara Teratai Purwokerto Dibatalkan, Aqua Lantern Tetap Digelar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Penganiayaan-Berujung-Kematian-di-Banyumas.jpg)