Berita Kendal
80 Persen Pekerja Migran di Kendal Berstatus Informal, Pemkab Perluas Sosialisasi
Meskipun banyak diminati, Cicik mengingatkan pekerjaan sektor informal memiliki kerentanan keamanan lebih tinggi
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Jumlah pekerja migran informal di Kabupaten Kendal rupanya masih tinggi.
Data dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal mencatat 80 persen dari 6.700 pekerja migran bekerja di sektor informal.
Kepala Disperinaker Kendal, Cicik Sulastri mengatakan dominasi pekerjaan sektor informal cenderung diminati lantaran kriteria dan kualifikasi yang dibutuhkan cukup mudah.
Terlebih lagi, sejumlah persyaratan dan biaya pelatihan yang mesti dilalui, membuat pekerjaan sektor formal kurang diminati masyarakat.
"Data kami di tahun 2023 itu masih banyak didominasi pekerja migran sektor informal, sekitar 80 persennya," kata Cicik ditemui di sela kegiatan job fair di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Selasa (4/6/2024).
Meskipun banyak diminati, Cicik mengingatkan pekerjaan sektor informal memiliki kerentanan keamanan lebih tinggi.
Sehingga diperlukan edukasi dan sosialisasi masif untuk membuat sektor formal lebih tertata.
"Nah upaya kami untuk meningkatkan yang sektor formalnya untuk kerja di luar negeri. Sekaligus untuk menghindari pemberangkatan non prosedural," terangnya.
Cicik menjelaskan, upaya tersebut kini tengah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kendal dengan menggandeng lebih banyak balai pelatihan pada job fair kali ini.
Pihaknya hanya menggandeng 4 perusahaan lokal dari Kawasan Industri Kendal (KIK). Sisanya, diikuti Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
"Job fair kali ini kami hanya membawa 4 perusahaan lokal, 6 LPK dan 6 P3MI. Karena fokus kami peningkatan pekerja migran sektor formal," paparnya.
Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan edukasi dan sosialisasi masif tentang pekerja migran sektor formal perlu diperluas.
Hal itu dilakukan untuk mencetak pekerja yang lebih terampil dan menciptakan keamanan pekerja.
"Minat kerja warga Kendal di luar negeri tinggi tapi kebanyakan informal. Artinya itu pilihan masyarakat, kita nggak bisa maksakan," imbuhnya.
Meskipun masih didominasi pekerja migran sektor informal, Dico berharap angka pengangguran di Kendal akan semakin turun setiap tahunnya.
"Angka pengangguran kita turun tertinggi se Jateng di angka 1,5 persen. Kalau kita bicara lapngan kerja di Kendal maupun luar negeri formal dan informal, ada plus minusnya masing-masing, itu semua pilihan," tandasnya. (*)
| Jadi Jalur Tengkorak di Kendal, 36 Persen Kasus Kecelakaan Terjadi di Sepanjang Jalur Ini |
|
|---|
| Penggunaan Listrik dan AC di Kantor Pemkab Kendal Dibatasi, Dinas Wajib Mencatat Operasional |
|
|---|
| Bayi Baru Lahir di Kendal Kini Bisa Langsung Miliki Kepesertaan BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Dana Tagihan Supplier MBG Kaliwungu Kendal Diduga Ditilap, Faqih Sebut Kerugian Capai Ratusan Juta |
|
|---|
| Bertemu Guru Maarif di Kendal, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan WFH Tak Berlaku Bagi Sekolah |
|
|---|