Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Sering Viral, Benarkah Hewan Kurban Menangis Saat Mau Disembelih? Simak Penjelasannya

Salah satu hal yang kerap ditemui ketika penyembelihan hewan kurban adalah sapi tampak seperti menangis sesaat sebelum disembelih

Editor: muslimah
KOMPAS.COM/DOK. Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulawesi Tengah
Kurban bantuan Presiden Jokowi Berbobot 874 kilogram bernama Arjuna dibeli Jokowi untuk kurban Idul Adha masyarakat Sulteng. 

TRIBUNJATENG.COM - Benarkah hewan kurban menangis saat akan disembelih?

Seringkali momen sapi atau hewan kurban lainnya menangis saat akan disembelih menjadi viral di media sosial.

Namun bnarkah hal tersebut?

Simak penjelasannya.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan Salat Idul Adha di MAJT, Dilanjutkan Serahkan Hewan Kurban Sapi 1,23 TonĀ 

Baca juga: Anang-Ashanty Minta Maaf Tampil di Waktu Kurang Tepat Seusai Timnas Indonesia Menang di GBK

Hari raya Idul Adha 2024 diperingati dengan penyembelihan hewan kurban, seperti sapi, domba, dan kambing.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban biasanya menarik magnet masyarakat setempat, khususnya anak-anak.

Salah satu hal yang kerap ditemui ketika penyembelihan hewan kurban adalah sapi tampak seperti menangis sesaat sebelum disembelih.

Kondisi ini salah satunya dibagikan oleh warganet dalam media sosial TikTok ini pada Jumat (7/6/2024).

Dalam video tersebut, seekor sapi dalam posisi berdiri dan tiba-tiba mengucurkan air mata.

Hewan mamalia berkaki empat itu seolah menangis saat hendak disembelih untuk kurban Idul Adha 2024.

Lantas, benarkah sapi menangis saat akan disembelih? Baca juga: Jangan Salah Beli, Ini Ciri-ciri Hewan Kurban yang Sehat

Penjelasan ahli

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada Slamet Raharjo mengatakan, sapi kurban tidak menangis saat akan disembelih untuk Idul Adha 2024.

Menurutnya, kucuran air mata yang keluar dari mata sapi itu disebabkan karena paparan debu dan kotoran selama hewan tersebut diangkut.

"Sapi kurban sebagian besar juga mengeluarkan air mata karena beberapa hari sebelumnya ditransportasikan antar kota atau antar wilayah menggunakan kendaraan terbuka," kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (12/6/2024).

Selama perjalanan itu, sapi berpotensi terkena paparan debu, asap, dan kotoran yang sangat tinggi, sehingga mata hewan tersebut berair seolah menangis.

Cairan yang keluar dari mata sapi tersebut, menurut Slamet, berfungsi untuk membersihkan debu, asap, dan kotoran yang masuk.

Selama proses pembersihan itu, produksi air mata sapi menjadi semakin banyak.

"Mata sapi membersihkan kotoran dan debu dengan memproduksi air mata berlebih yang terlihat seperti menangis," ujar dia.

Secara ilmiah, semua hewan mamalia, seperti sapi, kucing, anjing, kerbau, dan lain-lain memang memiliki kelenjar air mata yang berfungsi untuk membersihkan mata dari kotoran yang menempel.

Bisa jadi tanda kondisi sapi tak sehat Senada, Dosen Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana, Kupang Yeremia Sitompul memastikan, secara psikologis sapi tidak menangis.

"Sampai saat ini belum ada bukti ilmiahnya menangis karena emosional," kata dia, saat dihubungi secara terpisah, Rabu.

Selain karena debu dan kotoran, cairan yang keluar dari mata seekor sapi bisa menjadi pertanda bahwa hewan tersebut dalm kondisi tidak sehat.

"Kebanyakan produksi air mata berlebih yang orang awam kira sapi menangis itu istilah hiperlakrimasi, ya karena berbagai kemungkinan atau sedang dalam kondisi sakit seperti infeksi atau bahkan tumor," jelasnya.

Bedanya, apabila cairan yang keluar dari mata sapi berlangsung dalam waktu yang lama dan tidak kunjung berkurang, ada kemungkinan sapi itu terkena penyakit.

Sebaliknya, jika cairan yang keluar dari mata sapi hanya terjadi beberapa saat, produksi air mata hanya untuk membersihkan kotoran dan debu di mata sapi. ( Kompas.com )

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved