Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tekno

Biznet Operasikan Kabel Bawah Laut

Biznet, perusahaan infrastruktur digital di Indonesia membangun infrastruktur kabel fiber optic bawah laut.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Ist/Biznet
Press Conference Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Biznet, perusahaan infrastruktur digital di Indonesia membangun infrastruktur kabel fiber optic bawah laut dengan nama Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1).


President Director Biznet, Adi Kusma menjelaskan, Biznet Nusantara Cable System-1 (BNCS-1) merupakan jaringan kabel fiber optik bawah laut, yang menghubungkan jaringan antar Pulau Jawa, Sumatra dan Bangka sepanjang kurang lebih 100 KM.


Jaringan BNCS-1 terdiri dari 24 pair (48 core) Fiber Optic dengan menggunakan teknologi perangkat Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM) terkini.


Setiap 1 pair (2 core) kabel Fiber Optic disebut dapat mengirimkan data sebesar 96 x 400 Gbps = 38.4 Tbps. Dengan jumlah 24 pair, artinya jaringan BNCS-1 ini memiliki total kapasitas 24 x 38.4 Tbps = 921.6 Tbps. Kapasitas jaringan ini dapat ditingkatkan sesuai dengan perkembangan teknologi DWDM.


"Sepanjang tahun 2022 sampai 2023, kami telah melakukan pembangunan infrastruktur kabel fiber optik bawah laut melalui Biznet Nusantara Cable System (BNCS-1).


Dengan pembangunan ini kami harap dapat menghadirkan konektivitas digital antar pulau di Indonesia dengan kapasitas Internet berkecepatan tinggi untuk masa depan yang dapat mendorong digitalisasi serta modernisasi masyarakat Indonesia, selain itu memperkuat perluasan jaringan kami khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra," katanya dalam keterangannya, kemarin.


 Disebutkan, Biznet telah menghadirkan ragam inovasi di awal tahun 2024 seperti menambah kapasitas bandwidth pada layanan yang di khususkan untuk perumahan dan apartemen melalui Biznet Home hingga 300 Mbps. Begitupun pada layanan untuk bisnis UKM atau start up melalui Biznet Metronet hingga 900 Mbps.


Adi Kusma memaparkan, hingga saat ini Biznet terus melakukan perluasan untuk menjangkau seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.


Tujuan dari pembangunan infrastruktur BNCS-1 ini diharapkan Pulau Sumatra memiliki kecepatan bandwidth yang sama seperti Pulau Jawa, upload download yang simetris, dengan koneksi yang handal dan harga yang terjangkau dapat membantu aktivitas digital semakin lancar.


"Bersamaan dengan pembangunan kabel fiber optic bawah laut, kami juga mambangun fasilitas Biznet Cable Landing Station atau Biznet MarinePOP, merupakan inovasi terbaru yang kami hadirkan sebagai infrastruktur yang menjadi gerbang utama dalam proteksi jaringan infrastruktur kabel bawah laut kami," tambahnya.


Biznet Cable Landing Station merupakan gerbang utama untuk menghubungkan jaringan Fiber Optik antar pulau di Indonesia dan Dunia, yang dapat memberikan layanan Internet dan Komunikasi Data dengan kapasitas yang lebih besar, cepat dan handal.


Biznet MarinePOP dilengkapi ruang colocation dengan infrastruktur terkini seperti menggunakan Energi Terbarukan seperti solar dan angin guna mengurangi emisi karbon dari pemanasan global dan mengubahnya menjadi ramah lingkungan yang di-backup oleh Standby Generator dan juga didukung oleh tim keamanan selama 24 jam setiap hari.


Biznet Cable Landing Station juga dapat digunakan oleh para penyelenggara telekomunikasi lain, yang ingin terhubung jaringannya dengan Pulau Jawa, Sumatra dan Bangka. Biznet telah memiliki dan mengoperasikan 4 Cable Landing Station.


“Melalui inovasi dan infrastruktur yang kami bangun, kami harap dapat memberikan pelayanan terbaik yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih kreatif dan inovatif di era digital," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved