Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

Mahasiswa FTIK USM Sosialisasikan Literasi Digital di SMKN 4 Semarang

Mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (S1 SI FTIK USM)

Editor: Editor Bisnis
IST
Foto bersama usai kegiatan 

TRIBUNJATENG.COM - Mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (S1 SI FTIK USM) memberikan sosialisasi Digital Etik dengan judul “Menavigasi Ber-Etika dalam Dunia Digital dengan Netiket”  bagi siswa SMK Negeri 4 Semarang di ruang praktek pada Senin, 12 Juni 2024.

Foto pada saat berlangsungnya kegiatan
Foto pada saat berlangsungnya kegiatan (IST)

Tim terdiri dari Dosen Pembimbing FTIK USM Dr. Gita Aprianta Ester.B.,M.Si dan 11 mahasiswa aktif USM. Maulana Algifari Aryaputra selaku ketua tim menyampaikan bahwa "Sosialisasi ini merupakan sebuah bentuk kegiatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Adapun peserta dari siswa SMK Negeri 4 Semarang dari jurusaan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan guru pendamping".

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, etika dalam dunia digital menjadi aspek yang sangat penting untuk dibahas. Teknologi yang saat ini terus maju dapat membawa banyak manfaat, akan tetapi banyak sekali menimbulkan berbagai tantangan baru terkait privasi, keamanan, dan kepercayaan. Mengingat generasi muda saat inilah yang lebih terbuka terhadap teknologi, untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan secara positif dan bertanggung jawab.

Menurut Excell Noval Charis, "Salah satu aspek utama dari etika digital adalah privasi dan keamanan. Dengan meningkatnya jumlah data pribadi yang disimpan dan dipertukarkan secara online, penting bagi masyarakat dan instansi untuk menjaga data tersebut dengan baik. Penyalahgunaan data pribadi dapat mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari pencurian identitas hingga penipuan finansial”.

"Selain privasi etika dalam komunikasi online juga tidak kalah pentingnya. Kasus cyberbullying yang semakin meningkat menunjukkan bahwa banyak individu yang belum memahami atau tidak mematuhi etika komunikasi yang baik. Menghormati orang lain, meskipun berada dalam lingkungan virtual, tetap menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sosial. "ungkap Maulana Algifari Aryaputra.

"Dalam kegiatan Sosialisasi dengan Menavigasi Ber-Etika dalam Dunia Digital dengan Netiket di SMK Negeri 4 Semarang, diharapkan para siswa-siswa dapat memahami dan mempraktikkan etika dalam dunia digital dengan baik dan bijak. Para siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan belajar yang baik, berinovasi, dan dapat membuka sebuah pemikiran yang lebih luas mengenai Etika Digital yang di sampaikan " ungkap Excell Noval Charis.

Selanjutnya, diharapkan kepada siswa-siswi untuk memahami arti dari etika dalam dunia digital, khususnya bagi generasi muda. Media sosial memiliki pengaruh besar dalam menyebarkan informasi dan membentuk pandangan serta perilaku terhadap masyarakat.

Dengan pemahaman tentang etika digital yang baik, siswa-siswi dapat mempertahankan prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai yang mengatur perilaku individu dan organisasi dalam dunia maya. Para guru dan staf juga diharapkan dapat memahami etika dalam dunia digital sehingga dapat membimbing dan membantu generasi muda untuk berprilaku baik dalam dunia digital.

Menurut siswa SMK Negeri 4 Semarang Ahmad Dapa A, "Sosialisasi ini dapat meningkatkan literasi digital tentang etika dalam media sosial di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang etika dalam media sosial, para genarasi muda dapat memanfaatkan teknologi saat ini dengan cara yang benar dan tetap menjaga lingkungan visual yang damai.

Sedangkan menurut Chesy Aisyaa Afitri, "Dengan memahami digital etik seseorang dapat membedakan mana tindakan yang benar dan salah dalam bermedia sosial, misalnya seperti penyebaran berita palsu (Hoak), Cyberbully, ujaran kebencian itu merupakan tindakan yang salah dan tidak diperbolehkan dalam media sosial. Itulah pentingnya dalam memahami digital etik

Menurut Guru Pendamping Ibu Vita tentang kegiatan sosialisasi digital etik dari kakak-kakak mahasiswa FTIK USM ini sangat bermanfaat untuk siswa siswi kami karena mendapat ilmu baru dalam menerapakan etika digital dalam kehidupan sehari-hari, dan menambah wawasan mengenai dampak seseorang jika tidak memahami digital etik dalam media sosial.

Saya juga mengucapkan terimaksih karena sudah mengajarkan ilmu baru buat siswa kami jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Semoga kedepannya bisa bekerjasama kembali untuk berbagi ilmu di sekolah kami.

"Banyak hal yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan ini, selain mahasiswa mendapatkan pengalaman melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman melakukan publikasi karya ilmiah serta publikasi melalui media massa" ungkap Prind Triajeng Pungkasanti, M.Kom.

“Harapan saya terkait sosialisasi di SMK Negeri 4 Semarang tentang Digital Etik adalah agar siswa-siswi dapat memahami pentingnya digital etik terhadap media sosial. Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat membantu siswa-siswi dalam berprilaku yang baik di media sisoal untuk menyadari pentingnya digital etik pada era teknologi saat.” Ungkap Maulana Algifari Aryaaputra.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved