Berita Video
Video Judi Online Penyumbang Terbanyak Kasus Perceraian di Jepara
Judi online masih menjadi penyumbang terbanyak angka perceraian di Kabupaten Jepara.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Tim Video Editor
Berikut ini video judi online penyumbang terbanyak kasus perceraian di Jepara.
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Judi online masih menjadi penyumbang terbanyak angka perceraian di Kabupaten Jepara.
Demikian yang disampaikan, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jepara, Halim Zailani kepada Tribunjateng, Minggu (30/6/2024).
Halim menyampaikan bahwa jumlah kasus perceraian di Kabupaten Jepara dari tahun ke tahun masih cukup tinggi.
Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jepara menjelaskan bahwa dari bulan Januari - Juni 2024, jumlah kasus perceraian yang diputus sebanyak 824 kasus.
Hampir 50 persen faktor penyebab perceraian yaitu akibat perselisihan dan pertengkaran terus menerus sebanyak 532 kasus.
Faktor pemicu paling banyak menyebabkan adanya pertengkaran dan perselisihan terus menerus yaitu akibat maraknya judi online di kalangan masyarakat.
"Akibat dari judi online itu sendiri berpengaruh pada nafkah yang seharusnya diberikan kepada keluarga jadi berkurang. Artinya uang yang seharusnya diberikan untuk anak dan istrinya malah digunakan untuk modal berjudi," kata Halim Zailani.
Dia menjelaskan bahwa kasus perceraian yang diakibatkan oleh judi online marak terjadi sekitar dua-tiga tahun terakhir.
Data dari Pengadilan Agama Kabupaten Jepara, dari total 1 877 kasus perceraian pada tahun 2023, 959 diantaranya disebabkan karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus.
"Kalau untuk puncaknya sekitar dua-tiga tahun yang lalu, itu sudah masuk ke kita, permasalahan judi online sudah mulai meracuni keluarga-keluarga yang ada di Jepara," ujarnya.
Hal serupa disampaikan, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jepara, Mahmudi, menyampaikan, selain judi online, judi konvensional seperti sabung ayam, judi kartu yang dilakukan oleh antar individu juga turut menjadi faktor pemicu adanya perceraian akibat perselisihan dan pertengkaran terus menerus.
Selain faktor tersebut, faktor pemicu lainnya yang cukup tinggi menyebabkan adanya perceraian yaitu ekonomi.
Untuk kasus tersebut, menurutnya masih banyak didominasi oleh pekerja pabrik.
Dari Bulan Januari-Juni 2024, sebanyak 192 kasus.
Sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 690 kasus.
"Rata-rata yang paling banyak mengajukan cerai dari pihak perempuan atau cerai gugat," tutupnya.
| Video Detik-detik Anak 6 Tahun Tertabrak Mobil Boks Saat Lari ke Jalan Terekam CCTV |
|
|---|
| Video WNA Asal China Terlibat Tabrak Lari di Jepara Dihajar Massa |
|
|---|
| Video Momen Haru Para Karyawan PT Djarum Sambut Kedatangan Jenazah Michael Bambang Hartono |
|
|---|
| Sekda Jateng Telpon Sekda Cilacap saat Bupati Syamsul Kena OTT KPK: Ga Diangkat, Diangkut ke Jakarta |
|
|---|
| Video OTT KPK di Cilacap, Bus Kuning Bawa Bupati Syamsul ke Polresta Banyumas |
|
|---|