Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Otomotif

Resmi Tutup Layanan AKAP, Armada Bekas PO Sindoro Satriamas Bakal Dijual

Manajemen Perusahaan Otobus (PO) Sindoro Satriamas menyebutkan kini tengah melakukan perbaikan armada setelah resmi menghentikan layanan operasional.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Suasana garasi PO Sindoro Satriamas di jalan Madukoro, Semarang, Rabu (3/7/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Manajemen Perusahaan Otobus (PO) Sindoro Satriamas menyebutkan kini tengah melakukan perbaikan armada setelah resmi menghentikan layanan operasional bus AKAP mereka.


Manager PO Sindoro Satriamas, Parno mengatakan, dari total 18 bus AKAP dimiliki PO tersebut, ada empat bus dilakukan perbaikan.


"Perbaikan bergantung dari sparepart dan tenaga montir. Lama proses perbaikan, satu bus paling tidak 10 hari. Itu bergantung dari kerusakan sparepart," kata Parno di kantor PO tersebut, jalan Madukoro Semarang, Rabu (3/7/2024).


PO Sindoro Satriamas sendiri telah resmi menghentikan layanan AKAP mereka per tanggal 25 Juni 2024 lalu. Menurut Parno, dengan penutupan layanan ini, PO tersebut bakal menjual armada AKAP mereka. 


"Pastinya dijual. Ini sedang dilakukan servis oleh mekanik karyawan sini, ada tiga (orang). Perbaikan dilakukan agar nilai jualnya lebih tinggi," jelasnya.


Mengenai penutupan layanan operasional bus AKAP tersebut, dia menjelaskan, dilakukan atas alasan bahwa manajemen akan melakukan penataan ulang di tengah persaingan saat ini yang semakin kompetitif.


“Penumpang bus sekarang mencari yang cukup nyaman dan pelayanan baik. Ketika ada bus baru lebih nyaman itu, ada PO baru, lalu dia mencoba-coba itu hal wajar. Persaingan di lapangan ketat, ada Jetbus (JB)3 sudah bagus, ternyata muncul JB5.”


“Ini (manajemen ingin) menata kembali, bus AKAP juga harus ditata ulang," terang Parno.


Parno sendiri tidak bisa memastikan lebih jauh mengenai pengoperasionalan kembali bus AKAP PO Sindoro Satriamas, termasuk manajemen baru yang kabarnya sudah mulai berembus. Ia pun menyebut tidak mengetahui secara pasti adanya kabar PO tersebut untuk melakukan merging dengan perusahaan lain.


“Ya memang harus mengikuti perkembangan. Beli bus (baru) butuh modal cukup tinggi, harus kita perhitungkan. Kalau bus sudah usia di atas 10 tahun kan pada saatnya dandan. Rata-rata bus ini dari tahun 2014,” terangnya.


Sementara itu Parno mengungkapkan layanan PO Sindoro Satriamas untuk pariwisata saat ini masih berlajan normal. Ia menyebutkan total ada sembilan armada untuk layanan operasional bus tersebut.


“Alhamdulillah, pelanggan Sindoro masih cukup royal dengan Sindoro. Ramai tidaknya itu mengikuti momen, misal saat syuro nanti biasanya sepi dan kalau ada biasanya paling orang ziarah. Ramainya itu ya terutama tahun baru, natal, dan lebaran,” tambahnya. (idy)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved