Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Gempa Batang

Ini Penyebab Gempa 4,4 MG Batang, BMKG: Ada Gempa Susulan

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto Wibowo membeberkan penyebab gempa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kepala BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara, Heri Susanto Wibowo membeberkan penyebab gempa yang mengguncang Kabupaten Batang pada Minggu (7/7/2024). 


"Gempa diduga dari segmen Pekalongan, segmen itu merupakan salah satu sesar Baribis kendeng karena di Jateng ada 13 segmen aktif yang melintasi dari barat sampai ke timur Jateng," jelasnya di Desa Lebo, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Senin (8/7/2024).


Heri Susanto menyebut sebenarnya ada gempa susulan berkekuatan 2,2 MG Kabupaten Batang. 

Baca juga: Gempa Baru Saja Terjadi Pagi Tadi, Senin 8 Juli 2024, Cek Lokasi dan Magnitudo Info BMKG

Baca juga: Berikut Ini Daftar Kerusakan Akibat Gempa 4,6 MG yang Guncang Batang

Relawan PMI Kabupaten Batang saat melakukan assesment di rumah warga terdampak gempa Batang, Minggu (7/7/2024).
Relawan PMI Kabupaten Batang saat melakukan assesment di rumah warga terdampak gempa Batang, Minggu (7/7/2024). (Relawan Batang)


Gempa susulan itu terjadi satu jam setelah gempa utama berkekuatan 4,4 MG.

 

Heri menjelaskan besar getaran yang dirasakan antara 3 hingga 2 MMI (Modified Mercally Intensity). Skala 3 MMI dirasakan warga Batang-Pekalongan. Artinya getaran seperti truk melintas.


Lalu getaran untuk warga Kabupaten Kendal berskala 2 MMI atau dirasakan sedikit orang dan seperti benda bergoyang.


"Kalau gempa belum bisa diprediksi kapan akan terjadi dan dimana, serta kekuatannya berapa," tuturnya.


Terkait info 4,6 MG, ia menyebut hal itu merupakan info cepat saja.


Berdasarkan data rekaman dari seluruh sensor yang mencatat getaran. 


Pihaknya harus secepat mungkin menyampaikan apabila ada gempa.


Minimal dua menit harus disampaikan setelah itu baru kita update sampai pemutakhiran data.


"Pemutakhirannya 4,4 MG. Tepatnya di sekitar kecamatan Warungasem," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved