Berita Jakarta
Rupiah Minim Sentimen Penembakan Donald Trump
Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (15/7). Rupiah spot melemah 0,21 persen ke Rp 16.170 per dolar AS
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (15/7). Rupiah spot melemah 0,21 persen ke Rp 16.170 per dolar AS, dan rupiah JISDOR melemah 0,12 persen ke Rp 16.174 per dolar AS.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mengatakan, rupiah melemah di awal pembukaan pekan ini dampak dari penguatan dolar menyusul kabar penembakan Trump yang memicu safe haven terbatas.
Meski demikian, dia menambahkan, pelaku pasar melihat pengaruh politik di AS tidak akan bertahan lama. Tekanan terhadap rupiah justru datang dari dalam negeri.
Laporan dari BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia periode Juni surplus 2,39 miliar dolar AS, berada jauh di bawah perkiraan 2,98 miliar dolar AS, dan data sebelumnya yakni 2,92 miliar dolar AS.
Surplus neraca yang di bawah estimasi itu mendorong sentimen negatif.
"Semakin tipisnya neraca perdagangan ini, maka dikhawatirkan terjadi supply dolar di dalam negeri yang semakin sedikit," ujarnya, kepada Kontan.co.id, Senin (15/7).
Nanang menuturkan, pelaku pasar juga menantikan data dari Bank Indonesia (BI) perihal arah kebijakan moneter.
Adapun, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RGD BI) akan dilaksanakan pada 16-17 Juli 2024.
Untuk hari ini, Nanang menilai rupiah akan dipengaruhi pergerakan dolar AS pada Senin malam. Setidaknya, terdapat dua hal yang dapat mempengaruhi, yakni sentimen penembakan Trump, atau investor fokus pada pernyataan Jerome Powell dalam pertemuan Economic Club di Washington DC.
"Powell yang nantinya bernada dovish bisa menekan dolar, dan rupiah bisa menguat," katanya.
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi juga melihat rupiah berpotensi kembali menguat. Menurutnya, investor cenderung lebih fokus pada pidato Jerome Powell. "Dolar akan mengambil lebih banyak isyarat dari pidato Ketua Fed Jerome Powell akhir pekan ini," ucapnya.
Ia pun memproyeksikan rupiah berfluktuatif dengan ditutup menguat di rentang Rp 16.210-Rp 16.130 per dolar AS. Sementara, Nanang memperkirakan rupiah di kisaran Rp 16.100-Rp 16.230 per dolar AS. (Kontan/Sugeng Adji Soenarso)
Baca juga: TERUNGKAP, Pria Mengamuk di RS Pantiwilasa Citarum Semarang, Ternyata Alami Gangguan Jiwa
Baca juga: Ketua Golkar Ilyas Akbar Klaim Kantongi Rekomendasi dari PAN untuk Pilkada Karanganyar 2024
Baca juga: SOSOK Teguh Prakosa, Wali Kota Solo Pengganti Gibran, Pernah Jadi Guru Hingga Anggota Dewan
Baca juga: Lusyana Dewinta Sari, Mahasiswi Universitas Semarang Raih Emas di UGM Open Archery Championship
| Menulis Ulang Indonesia di Tengah Arus Global, Sejarah Kebangsaan sebagai Proyek Peradaban |
|
|---|
| Seusai Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Rel Kereta, Ini Fakta Terbarunya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Naik ke 7.936,17, Saham PGEO dan MBMA Jadi Pendorong Utama |
|
|---|
| Alasan PDIP Copot Bambang Pacul dari Ketua DPD Jawa Tengah, Ini Penjelasannya |
|
|---|
| IHSG Hari Ini Ditutup Melemah, Apa Penyebabnya? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-dollar-as.jpg)