Stikes Telogorejo Semarang
Kenali Tanda-Tanda Awal Anda Beresiko Terkena Serangan Jantung
Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi secara global, tak terkecuali Indonesia.
Kenali Tanda-Tanda Awal Anda Beresiko Terkena Serangan Jantung
Oleh: Ns. Bagus Ananta Tanujiarso, M.Kep ( Dosen S-1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES Telogorejo Semarang )
Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi secara global, tak terkecuali Indonesia.
Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), kasus kematian akibat penyakit jantung atau kardiovaskular di Indonesia sebanyak 251,09 per 100.000 orang pada 2019.
Jumlah itu meningkat 1,25 persen dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 247,99 kematian per 100.000 penduduk. Menurut data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Indonesia, angka kejadian penyakit jantung di Indonesia pada tahun 2023 adalah sekitar 650.000 penduduk per tahun.
Baca juga: Kerja Sama Sido Muncul dan Stikes Telogorejo Semarang: Selenggarakan Penelitian Tanaman Obat Herbal
Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa setiap tahunnya, kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai lebih dari 17,8 juta orang di seluruh dunia.
Serangan jantung adalah gangguan jantung serius ketika otot jantung tidak mendapat aliran darah.
Kondisi ini akan mengganggu fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Serangan jantung, atau yang juga dikenal sebagai infark miokard, merupakan kondisi yang terjadi ketika aliran darah ke jantung sangat berkurang atau tersumbat.
Penyumbatan aliran darah ke jantung dapat terjadi akibat penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam arteri jantung (koroner). Endapan atau penumpukan lemak tersebut mengandung kolesterol yang disebut plak.
Sementara itu, proses penumpukan plak disebut aterosklerosis. Terkadang, plak bisa pecah dan membentuk gumpalan yang menghalangi darah. Kurangnya aliran darah dapat merusak atau menghancurkan bagian dari otot jantung.
Dalam kebanyakan kasus, serangan jantung terjadi karena penyumbatan di salah satu pembuluh darah yang memasok jantung. Hal tersebut seringkali terjadi karena adanya plak, zat lengket yang dapat menumpuk di bagian dalam arteri.
Sementara itu, penumpukan plak disebut aterosklerosis. Terkadang, endapan plak di dalam arteri koroner (jantung) dapat pecah, sehingga bekuan darah dapat tersangkut di tempat terjadinya pecah. Apabila bekuan darah menyumbat arteri, maka otot jantung tidak teraliri darah, padahal otot jantung juga memerlukan oksigen yang berada dalam darah untuk melakukan metabolisme sel.
Akibat otot jantung tidak teraliri darah maka organ jantung akan melakukan kompensasi melalui mekanisme metabolisme anaerob yang salah satunya menghasilkan asam laktat, akibat dari produksi asam laktat ini yang menyebabkan jantung menjadi injury.
Otot jantung yang tidak teraliri darah dan oksigen yang terlalu lama akan berubah menjadi infark bahkan menjadi iskhemik (kematian jaringan). Kondisi inilah yang sering menyebabkan nyeri hebat pada dada sebelah kiri atau serangan jantung. Serangan jantung juga dapat menyebabkan kematian bila tidak segera tertangani
Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung:
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi): Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan otot jantung menjadi tebal dan kaku karena peningkatan beban kerja jantung. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi normal jantung dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
2. Kolesterol tinggi: Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah arteri. Akibatnya, aliran darah menuju jantung terhambat, dan risiko terkena penyakit jantung semakin besar.
3. Diabetes melitus: Diabetes dapat menyebabkan resistensi insulin, kelainan metabolisme lemak, dislipidemia, dan masalah fungsi pembuluh darah. Semua kondisi ini meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL), yang dapat menyebabkan pembentukan sumbatan pada pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
4. Obesitas: Obesitas sering dikaitkan dengan kolesterol tinggi dan diabetes melitus. Kombinasi kedua kondisi ini meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.
5. Pola makan tidak sehat: Konsumsi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol berlebihan dapat menyebabkan kolesterol tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam juga dapat mengakibatkan hipertensi dan meningkatkan risiko serangan jantung.
6. Kebiasaan merokok: Merokok dapat merusak pembuluh darah dan jantung. Nikotin dalam rokok meningkatkan tekanan darah, sementara karbon monoksida dari asap rokok mengurangi kadar oksigen dalam darah yang akan dibawa ke jantung.
7. Kurang aktivitas fisik: Kurang berolahraga atau aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko serangan jantung
Berikut adalah beberapa tanda dan gejala awal serangan jantung yang perlu Anda waspadai :
1. Nyeri Dada: Nyeri di dada sebelah kiri yang terasa seperti tertekan atau tertindih. Nyeri ini dapat menjalar ke daerah leher, rahang, lengan, atau punggung.
2. Keringat Dingin: Berkeringat dalam jumlah banyak, meskipun suhu lingkungan tidak panas.
3. Sesak Napas: Anda mungkin merasa napas pendek atau dada terasa berat ketika bernapas.
4. Gelisah dan Cemas: Perasaan gelisah atau cemas juga bisa menjadi tanda awal serangan jantung.
5. Gangguan Pencernaan: Gejala ini termasuk mual, muntah, atau sakit perut.
6. Pusing: Merasa pusing tiba-tiba atau pingsan.
7. Penurunan Kesadaran: Beberapa orang mungkin mengalami kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.
Namun, ada juga penderita serangan jantung yang tidak mengalami gejala dan langsung mengalami henti jantung mendadak. Serangan jantung yang parah atau terlambat ditangani bisa menyebabkan beberapa komplikasi berbahaya, seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti jantung.
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segeralah mencari pertolongan medis. Ingatlah bahwa serangan jantung adalah kegawatdaruratan medis yang harus ditangani dengan segera. Semoga Anda selalu sehat dan waspada! (*)
Baca juga: Sinergi Stikes Telogorejo Semarang bersama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul TBk
| Mengenal Perbedaan Expire Date dan Beyond Use Date |
|
|---|
| Seberapa Penting Sih Memilih Kampus Dilihat dari Fasilitas? |
|
|---|
| Stress Kerja Melanda, 2-Mind Solusinya |
|
|---|
| Deteksi Dini Kanker Payudara, SADAR DIRI dengan SADARI dan SADANIS |
|
|---|
| Resmi Dilantik, HIMAFAR STIKES Telogorejo Semarang Siap Jalankan Kepengurusan 2025/2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ilustrasi-Serangan-Jantung-2.jpg)