kominfo kota pekalongan
Merawat Tradisi Masyarakat Krapyak Pekalongan, 3.000 Porsi Bubur Suro Dibagikan Gratis
Sebagai upaya merawat dan melestarikan tradisi, masyarakat Krapyak bersama Pemerintah Kota Pekalongan kembali menghelat Festival Bubur Suro.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebagai upaya merawat dan melestarikan tradisi, masyarakat Krapyak bersama Pemerintah Kota Pekalongan kembali menghelat Festival Bubur Suro
Pada tahun ini, gelaran tradisi menguri-nguri makanan khas lokal tersebut yang sebelumnya digelar di Jalan Jlamprang kini berlangsung dengan suasana yang lebih meriah dan berbeda di Jalan Truntum, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.
Acara ini menyedot animo masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya terutama pada acara penutupan festival tersebut, dimana puncaknya dimeriahkan oleh arak-arakan kirab gunungan dan pembagian 3.000 porsi bubur suro gratis yang dibagikan ke pengunjung yang datang, Senin (29/7/2024) malam.
Baca juga: Ada 2 Event Tahunan di DTW Waduk Cacaban Tegal, Ruwat Bumi dan Cacaban Ekraf Festival
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan bahwa, festival bubur suro ini merupakan, event kebangkitan tradisi yang sudah lama ada di daerah Krapyak dalam rangka memperingati 10 Muharram (Asyuro) penanggalan Hijriyah.
Acara tersebut sekaligus menjadi, momentum untuk membangun tali silaturahim dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di daerah Krapyak, dan festival ini sudah berlangsung sejak 2018.
"Festival Bubur Suro ini merupakan event keenam kalinya yang diadakan oleh masyarakat Krapyak bersama Pemkot Pekalongan."
"Meski pada saat pandemi Covid-19 sempat ditiadakan, alhamdulillah tiap tahunnya ada progress pelaksanaan yang semakin baik dan meriah," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Menurutnya, bubur suro ini terbuat dari beras dengan ditambah berbagai bumbu, rempah, jinten, kacang hijau, santan, dan dihiasi dengan irisan mentimun, telur ayam, dan lainnya.
"Bubur suro dimasak oleh para ibu secara bergotong royong. Setelah bubur suro selesai dimasak, selanjutnya diletakkan dalam wadah takir dari daun pisang yang dibentuk seperti mangkok," ujarnya.
Mas Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menilai, pada tahun ini, banyak sekali perkembangan dan kreativitas baru yang diciptakan masyarakat Krapyak setempat, dimana jumlah stan UMKM yang meramaikan juga semakin banyak dan selalu laris manis dagangannya selama acara berlangsung.
Baca juga: Jadwal Event di Kota Semarang Bulan Agustus, Ada Semarang Great Sale Hingga Festival Bunga
Pemkot Pekalongan sangat mendukung event tahunan dalam bulan Muharram ini. Pihaknya mengapresiasi semua panitia yang turut merawat potensi budaya, dan tradisi masyarakat asli Krapyak ini.
"Terimakasih kepada segenap panitia dan warga Krapyak yang mau menjaga tradisi ini, agar tetap eksis di tengah masyarakat."
"Semoga, event festival bubur suro tahun-tahun mendatang bisa semakin meriah, menarik minat pengunjung lebih banyak lagi," tambahnya. (Dro)
| Bappenas Kaji Opsi Bendung Gerak dan Kolam Retensi untuk Bremi-Meduri Pekalongan |
|
|---|
| Jalan Rusak Belum Beres, Pemkot Pekalongan Gaspol Bangun Kantor Baru |
|
|---|
| Joko Purnomo: Kepedulian Gereja Santo Petrus Jadi Semangat bagi Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Pelat Jembatan Setono Pekalongan Ambles, DPUPR Lakukan Perbaikan Cepat |
|
|---|
| Cegah Campak, Dinkes Kota Pekalongan Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi MR Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Festival-Bubur-Suro-di-Krapyak-Pekalongan.jpg)