Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Diskumperindag Semarang Kumpulkan Para Pedagang Alun-alun Lama Ungaran Seusai Viral, Minta Hal Ini

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang mengumpulkan para pedagang makanan di lantai 2 Pujasera Sari W

Tayang: | Diperbarui:

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang mengumpulkan para pedagang makanan di lantai 2 Pujasera Sari Warna, Jalan Pemuda Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Rabu (31/7/2024).

Sebanyak 28 pedagang, termasuk yang berjualan di kawasan Alun-alun Lama Ungaran, dikumpulkan untuk pembinaan.

Pengumpulan itu imbas dari viralnya video pembeli yang tampak marah-marah karena mengeluhkan harga sate kambing dan tongseng yang kemahalan di kawasan tersebut.

Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengingatkan para pedagang untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban saat melayani pengunjung.

“Sediakan daftar menu disertai dengan daftar harga dan menjualnya dengan harga yang wajar," kata dia.

Menurut Heru, pusat kuliner malam Alun-alun Lama sebenarnya sudah terkenal sejak lama dan bahkan menjadi semacam ikon di wilayah Ungaran.

Pengunjung-pengunjung dari daerah lain seperti Jakarta, Pekalongan dan wilayah lain dinilai sudah menganggap kawasan tersebut satu di antara jujukan wisata kuliner.

Heru meminta citra tersebut bisa terus dijaga serta ditingkatkan mutunya.

Sementara itu, pemilik warung sate Gotong Royong yang viral dan dinilai ‘ngepruk’ harga, Indarso (70) memastikan harga jual dagangannya masih wajar.

Dia mengaku sudah berjualan selama 50 tahun.

Selama itu, lanjut Indarso, banyak pelanggan dia dari Jakarta dan kota-kota lain tidak pernah komplain soal harga.

Meskipun demikian, dia mengakui adanya kesalahan hitung harga yang dilakukan anaknya, dari Rp535 ribu menjadi Rp476 ribu.

“Habisnya Rp476 ribu, terus anak saya waktu itu menjumlah keliru lalu uangnya dikembalikan. Setelah dikembalikan, yang laki-laki marah-marah, padahal untuk Salatiga-Ungaran-Semarang harga sate standar ya segitu,” kata Indarso.

Menurut dia, harga seporsi sate kambing campur dipatok Rp50 ribu dan daging polos Rp60 ribu masih wajar.

“Kami setuju imbauan untuk memasang daftar harga," imbuh dia.

Seorang perwakilan dari para pedagang, Rita meminta maaf kepada Pemkab Semarang dan seluruh pihak yang merasa dirugikan karena viralnya peristiwa pedagang sate tersebut.

"Kami siap memenuhi imbauan pasang daftar menu dan harganya paling lambat Jumat," ungkap dia. (*)

Baca juga: Nasib Pilu 2 Balita Ditinggal Orangtua ke Papua, Ditemukan Sedang Mengais Sampah untuk Makan

Baca juga: Hasil Akhir Seleksi Kepala Dinas di Kudus, Berikut 9 Nama yang Lolos

Baca juga: Penampakan Kado Pernikahan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid dari Presiden Jokowi: MasyaAllah

Baca juga: Nasib Emak-emak Pengemis Nekat Rusak Kendaraan Jika Tak Diberi Uang, Satpol PP Bertindak

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved