Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Bocah Tewas Ditabrak Pebalap Liar di Jogja: Jalan Letjen Suprapto Bukan Sirkuit

Seorang balita tewas tertabrak motor di jalan Jalan Letjen Suprapto Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta. Menurut akun Tiktok yang diunggah @maretale

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
freepik.com
Bocah Tewas Ditabrak Pebalap Liar di Jogja: Jalan Letjen Suprapto Bukan Sirkuit 

TRIBUNJATENG.COM-Seorang balita tewas tertabrak motor di jalan Jalan Letjen Suprapto Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Menurut akun Tiktok yang diunggah @maretalestari7, balita tersebut merupakan keponakannya.

Akun tersebut menjelaskan jika ada seorang ibu yang membawa dua anak pada pukul 22.00 WIB.

Ibu tersebut mengendarai motor setelah pulang dari berjualan di Malioboro.

Ketika hendak menyebrang, kemudian ada motor yang menabrak sehingga ibu tersebut lecet-lecet.

Sementara anak perempuan yang dibonceng mengalami luka ringan.

Tapi anak balita yang dibonceng tewas.

Pihak keluarga tidak membutuhkan ganti rugi berupa uang.

Namun, saat ini pihak keluarga menuntut keadilan.

Karena ada kejadian tersebut, warga melakukan protes.

Warga melakukan tabur bunga dan menuliskan "Jalan Letjen Suprapto Bukan Sirkuit" dengan cat warna putih.

 

Hal itu dilakukan warga lantaran banyak terjadi kecelakaan hingga korban meninggal dunia.

Warga di sekitar Jalan Letjen Suprapto, Kemantren Ngampilan, Kota Yogyakarta berkumpul dan melakukan aksi protes.

Warga menuliskan tulisan tersebut di beberapa titik yang ada di ruas jalan tersebut.

Warga kesal lantaran jalan satu arah tersebut kerap digunakan pengendara dengan kecepatan tinggi dan aksi kebut-kebutan.

Terakhir ada seorang balita meninggal dunia lantaran menjadi korban kecelakaan saat dibonceng ibunya naik motor.

Dilansir dari Kompas.com, seorang warga Yudha Haikal mengeluhkan karena aksi kebut-kebutan.

Dia menambahkan jalanan yang lurus dan satu arah membuat pengguna jalan menggunakannya untuk memacu kendaran.

“Kalau kecelakaan yang tidak sampai meninggal dunia mungkin sudah puluhan kali,” kata dia.

Selama ini banyak pengendara yang tidak patuh rambu-rambu.

Selain digunakan untuk kebut-kebutan, jalan satu arah juga berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar karena banyak pengguna jalan yang memilih tidak berhenti atau mampir di usaha-usaha yang ada di sekitar jalan itu.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho menyampaikan bahwa di ruas jalan Letjen Suprapto itu sudah dipasang berbagai macam jenis rambu lalu lintas.

Ia mencontohkan pihaknya telah memasang pita penggaduh yang bertujuan untuk mengurangi kecepatan pengguna jalan, zebra cross, dan juga rambu batas kecepatan.

“Batas maksimal di ruas jalan itu 40 kilometer per jam,” kata dia. “Penerapan satu arah di Jalan Letjen Suprapto sudah melalui berbagai proses, permasalahannya ada di pengendaranya,” kata dia.

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved