Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Ini Langkah Pemerintah Soal Pembunuhan Pilot Helikopter Oleh OPM di Papua

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto memastikan, aparat keamanan akan bertindak sesuai prosedur setelah kasus pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Ba

Editor: m nur huda
Istimewa
Helikopter Intan Angkasa Air Service dengan nomor registrasi PK-IWN alami inseden saat mendarat di Distrik Alama, Kabupateb Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (5/8/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto memastikan, aparat keamanan akan bertindak sesuai prosedur setelah kasus pembunuhan pilot helikopter asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning (50), oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Pemerintah melalui aparat keamanan akan melakukan berbagai tindakan yang dibutuhkan sesuai dengan prosedur dan hukum berlaku,” kata Hadi melalui pesan tertulis kepada awak media, Selasa (6/8/2024).

Namun, Hadi tidak mengelaborasi tindakan apa yang akan dilakukan aparat keamanan. Ia hanya mengatakan bahwa tindakan itu untuk “menjaga situasi tetap kondusif bagi kepentingan nasional”.

Diwartakan sebelumnya, TPNPB-OPM atau KKB membunuh Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (5/8/2024).

Korban yang merupakan pilot helikopter milik PT Intan Angkasa Service dibunuh ketika mengangkut empat orang penumpang dan mendarat di Distrik Alama.

"Benar telah terjadi penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan oleh KKB terhadap Mr. Glen Malcolm Conning yang merupakan pilot helikopter milik PT. Intan Angkasa Air Service," ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 Brigjen Faizal Ramadhani melalui keterangan tertulis, Senin.

Pada Selasa pagi WIT, aparat gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Glen Malcolm. Pukul 12.48 WIT, helikopter TNI yang membawa jenazah Glen berhasil mendarat dengan aman di Lanud Yohanis Kapiyau Mimika.

Selanjutnya, jenazah dievakuasi oleh ambulans TNI AD ke RSUD Kabupaten Mimika guna penanganan lebih lanjut.

“Aksi OPM di Alama membuktikan bahwa OPM yang sebenarnya melakukan aksi gangguan keamanan melalui penyiksaan dan pembunuhan terhadap masyarakat,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Richard Tampubolon melalui keterangan tertulis. (kompas.com/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved