Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Abdul Kadir Teliti Efek Sedimentasi dari Putaran Propeller Kapal Terhadap Ekosistem Perairan

Efek Sedimentasi terhadap ekosistem perairan mendapat perhatian serius Abdul Kadir.   Hal itu disampaikannya saat menjalani sidang promosi

Editor: muh radlis
IST
Ujian Disertasi mahasiswa Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Undip, Abdul Kadir dengan judul disertasi "Konsep Pembatasan Putaran Propeller Kapal Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Tipe Landing Craft Tank (LCT): Meminimalisasi Efek Sedimentasi Terhadap Ekosistem Perairan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Efek Sedimentasi terhadap ekosistem perairan mendapat perhatian serius Abdul Kadir.  

Hal itu disampaikannya saat menjalani sidang promosi S3 Studi Doktor Ilmu Lingkungan Universitaa Diponegoro.

Mengusung judul disertasi Konsep “Pembatasan Putaran Propeller Kapal Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Tipe Landing Craft Tank (LCT): Meminimalisasi Efek
Sedimentasi Terhadap Ekosistem Perairan” acara tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung TB A, Lantai 1 Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro J1. Imam Bardjo, SH. No. 5 Semarang, Kamis (8/8).

Abdul Kadir berhasil lulus pada Ujian Disertasi dengan predikat Cumlaude dan menjadi lulusan DIL yang ke-128. Penelitian ini mempelajari dan mengkaji tingkat sedimentasi yang ditimbulkan oleh putaran propeller kapal Liquified Natural Gas (LNG) ISO Tank Container tipe Landing Craft Tank (LCT) pada beberapa variasi putaran propeller dan variasi kedalaman perairan. 

Dijelaskannya, lingkungan perairan pantai dan pesisir merupakan bagian dari lingkungan hidup yang  berpotensi mengalami pencemaran dan kerusakan akibat aktifitas pelayaran. Potensi pencemaran semakin nyata dengan meningkatnya kunjungan kapal ke seluruh pelabuhan di Indonesia yang mencapai sekitar 820 ribu pertahun. 

“Sumber dan jenis pencemaran dari kapal dapat berupa tumpahan minyak, pembuangan sampah, sisa kotoran, air ballas, polusi udara dan kebisingan. Selain itu erosi dan sedimentasi yang ditimbulkan oleh putaran propeller kapal juga merupakan bentuk pencemaran yang mengancam kehidupan biota perairan,” ujarnyq. 

Kapal tipe Landing Craft Tank (LCT) merupakan salah satu tipe kapal yang berpotensi signifikan menimbulkan erosi dan sedimentasi dasar perairan. Hal itu karena kapal tipe LCT selain memiliki ukuran sarat yang rendah untuk beroperasi di perairan dangkal, juga memiliki kemampuan bersandar langsung di tepi pantai tanpa pelabuhan.

Abdul Kadir menambahkan, Sedimentasi akan menimbulkan terjadinya pendangkalan dan masalah ekologi di mana biota laut tidak bisa bertahan hidup jika habitatnya tertimbun sedimen. Paparan sedimentasi bisa merusak kehidupan biota laut seperti plankton, invertebrata maupun terumbu karang. Tingkat sedimentasi diatas 10 mg cm-2 d-1 cukup membahayakan vitalitas dan kesehatan karang.

Dalam menentukan karakteristik aliran air dan tingkat sedimentasi yang dihasilkan, penelitian didesain bersifat kuantitatif analitik berupa pengumpulan data melalui pengukuran dan perhitungan serta mengamati hubungan antar variabel berdasarkan teori ilmiah. 

Ada 3 pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: pendekatan empiris dilakukan untuk mendapatkan karakteristik awal aliran air dan tingkat sedimentasi, simulasi numerik menggunakan ANSYS Fluent dilakukan untuk menentukan postur kecepatan aliran air dari putaran propeller dan percobaan skala model dilakukan untuk mengukur kecepatan aliran air di belakang propeller.

Hasil analisa menunjukkan bahwa tingkat putaran propeller, jarak propeller terhadap dasar perairan dan jenis partikel dasar perairan merupakan faktor dominan terhadap timbulnya erosi dan sedimentasi pada perairan pantai. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved