Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

"Jiwa Serigala" Pemantik Ekosistem Musik Semarang yang Berkelanjutan

Belasan band metal dari Kota Semarang dan sekitarnya meramaikan acara musik bertajuk "Jiwa Serigala" di Terminal Mangkang, Minggu (18/8/2024).

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: raka f pujangga
dok ist.
Penampilan The Rebel meramaikan acara musik bertajuk "Jiwa Serigala" di Terminal Mangkang, Kota Semarang, Minggu (18/8/2024). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Belasan band metal dari Kota Semarang dan sekitarnya meramaikan acara musik bertajuk "Jiwa Serigala" di Terminal Mangkang, Minggu (18/8/2024).

Acara ini dinilai menambah ruang tampil bagi para pelaku musik cadas sehingga meningkatkan ekosistem kesenian di kota lumpia.

"Kegiatan musik tersebut bagus dilakukan untuk memperkuat ekosistem musik," jelas budayawan dan  penggiat musik dari Musik Space, Hermawan, Senin (19/8/2024).

Baca juga: Voice of Baceprot, Band Metal Personelnya Berhijab, Band Indonesia Pertama di Festival Glastonbury

Menurutnya, melakukan kegiatan kesenian termasuk musik di Kota Semarang dihadapkan dengan berbagai kendala.

Namun, hal yang sangat mendesak adalah ruang tampil sebagai wahana musisi untuk memperkenalkan karya sekaligus tempat bertemunya para penikmat musik.

"Jangan hanya tampil mungkin nantinya perlu dikemas dengan workshop musik, coaching clinic, maupun seminar berkaitan soal musik dan regulasinya," paparnya.

Dia menyakini, perlu kerjasama semua pihak untuk membenahi tata kelola musik di Semarang agar tercipta ekosistem musik yang kuat.

"Ketika ekosistem musik kuat tentu akan meningkatkan apresiasi kesenian di Kota Semarang," bebernya.

Acara musik cadas “Jiwa Serigala”  melibatkan 11 band meliputi Tatarforas (Jepara) Sowan Kubur (Salatiga, Propaganda (Semarang), Dissaray Redemption (Pekalongan) Serad, The Rebel, Lohjinawi, D'valiant, The Fire Monkey's, Matalinga, Ways Reload, Alpukat, dan Pemberani.

Band-band tersebut ada yang sudah berdiri sejak tahun 90 -an, adapula yang baru terbentuk baru setahun seperti The Rebel.

Kepala Terminal Mangkang  Reno Adi Pribadi menyebut mengapresiasi kegiatan musik di kawasan terminal, selain sebagai ruang berekpresi, eksplorasi untuk komunitas juga sebagai sarana pengembangan karya dalam berkesenian.

Baca juga: Profil Voice of Baceprot Band Metal Cewek Garut Tampil di Wacken Open Air 2022 di Jerman

Pihaknya mempersilahkan dan mengajak semua komunitas di Kota Semarang baik musik maupun non musik untuk mengadakan kegiatan di Terminal Musik Mangkang.

"Kami menyediakan satu ruang berkesenian dengan layak mulai dari akses parkir yang luas, MCK yang mencukupi, tempat indoor aman dari cuaca dan menarik," tandasnya. (Iwn)

 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved