Berita Blora
Kemarau Panjang di Blora, Warga Desa Mulai Minta Bantuan Air Bersih ke PMI Blora
Kemarau panjang yang terjadi di Blora berdampak ke beberapa desa di Blora mulai krisis air bersih. Bahkan beberapa desa sudah mulai mengajukan permin
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kemarau panjang yang terjadi di Blora berdampak ke beberapa desa di Blora mulai krisis air bersih.
Bahkan beberapa desa sudah mulai mengajukan permintaan bantuan air bersih ke Palang Merah Indonesia (PMI) Blora.
Kepala PMI Blora, Sutikno, mengatakan, siap untuk membantu desa-desa yang krisis air bersih di musim kemarau ini.
"Memang tahun ini dari BMKG disinyalir kemarau panjang, oleh karena itu kami sudah mulai mempersiapkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih,"
"Mobil tangki kita servis, kita hanya punya mobil tangki satu, sehingga biasanya kalau permintaan banyak, kami biasanya juga sewa mobil tangki untuk droping air bersih," jelasnya, kepada Tribunjateng, Sabtu (24/8/2024).
Selain itu, menurutnya anggaran untuk droping air bersih juga ada kenaikan, dibandingkan tahun sebelumnya.
"Untuk anggaran bantuan droping air bersih insyaallah tahun ini sudah ada kenaikan, 2023 anggarannya itu Rp 30 juta, sementara untuk tahun 2024 ini Rp 50 juta," terangnya.
PMI tidak hanya mengandalkan dari anggaran itu saja. Namun juga menggalang dana dari beberapa instansi, atau beberapa donatur yang berkenan untuk membantu droping air bersih di wilayah Blora.
"Kita beserta jajaran juga mengajak para dermawan, untuk bisa meringankan beban PMI, untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Blora,"
"Mulai dari BRI, Bank Jateng, juga kita gandeng, terus komunitas-komunitas yang lain juga, sehingga droping air bersih bisa terpenuhi," jelasnya.
Lebih lanjut, Sutikno, menyampaikan untuk lokasi rawan krisis air bersih atau kekeringan hampir menyeluruh di 16 kecamatan yang ada di Blora.
"Ini sudah terasa, dari warga sudah banyak yang meminta bantuan air bersih ke PMI. Kita juga sudah mulai droping air bersih ke desa-desa yang meminta bantuan," tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya bersyukur jika nanti banyak para dermawan yang mau bekerjasama dengan PMI Blora untuk membantu warga yang butuh air bersih.
"Syukur Alhamdulillah kalau nanti banyak dermawan-dermawan yang menaruh perhatian ke warga yang kurang beruntung atas kebutuhan air bersih," paparnya.(Iqs)
| Sudah Dua Periode Menjabat, Abdul Hakim Dorong Estafet Kepemimpinan di PKB Blora Dipegang Anak Muda |
|
|---|
| Banyak Korban Bullying dari Sekolah Formal Pindah ke SKB Blora, Ini Upaya Pemulihannya |
|
|---|
| Dilema di Balik Kriuk Kerupuk Kedungjenar Blora, Ketika Ukuran Mengecil Karena Bahan Baku Mahal |
|
|---|
| Tebang Pilih Kasus ASN Blora: Oknum Guru Genit Dicopot, 2 Kepala Puskesmas Selingkuh Masih Berkuasa |
|
|---|
| Ribuan Peserta BPJS PBI di Blora Masih Berstatus Nonaktif, DPRD Usul SKTM |
|
|---|