Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Curhatan Petani di Blora Soal Anak Muda yang Tidak Melirik Profesi di Sektor Pertanian

Minat anak muda di sektor pertanian kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, anak muda saat ini dinilai banyak yang tidak tertarik bekerja di sektor p

Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/M Iqbal
Petani asal Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Temok saat panen jagung di lahannya, Rabu (4/9/2024).(Iqbal/Tribunjateng) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Minat anak muda di sektor pertanian kini tengah menjadi sorotan. 

Pasalnya, anak muda saat ini dinilai banyak yang tidak tertarik bekerja di sektor pertanian.

Itulah yang menjadi kekhawatiran salah seorang petani asal Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Temok (71).

Di sela-sela saat tengah memanen jagung, Temok mengkhawatirkan masa depan pertanian Indonesia.

"Sekarang banyak anak muda jarang mau bertani, banyak yang milih bekerja di pabrik, saya mikir ke depan itu bagaimana ya, kalau yang petani yang tua-tua ini sudah tidak ada terus bagaimana," katanya, kepada Tribunjateng, Rabu (4/9/2024).

Lebih lanjut, menurutnya petani yang semakin tua, tenaganya tidak sekuat saat muda.

"Apalagi kalau sudah tua seperti ini, ya semakin tua usia, tenaganya sudah nggak kuat lagi kan," imbuhnya.

Temok juga menyampaikan bahwa petani merupakan soko guru bangsa. Oleh karena itu, pihaknya berpesan untuk siapapun tidak meremehkan profesi petani.

"Kalau dulu kan petani itu soko guru bangsa, jadi jangan meremehkan petani, kalau petani diremehkan pegawai-pegawai itu mau makan apa, harusnya ya petani-petani seperti ini diperhatikan," paparnya.

Sementara itu, berdasarkan data BPS Blora, pada 2022 jumlah masyarakat Blora yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 43,65 persen. 

Sementara pada 2023, jumlah masyarakat Blora yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 43,52 persen. Artinya terjadi penurunan sekira 0,13 persen.

Menurut Statistisi Madya BPS Blora, Suparman, pertanian menjadi salah satu sektor yang kurang diminati. Karena dinilai tidak menjanjikan.

"Seseorang lebih senang bekerja menjadi buruh di perusahaan daripada menjadi buruh di bidang pertanian, karena tidak menjanjikan," jelasnya.(Iqs)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved