Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Energi

Penggunaan PLTS Atap di Industri Berikan Efisiensi Energi Hingga 30 Persen

Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kebutuhan industri ternyata mampu mengefisiensi penggunaan energi.

Editor: rival al manaf
istimewa
Direktur PT Dabin Energy Solutions Mr Eric Bae beserta perwakilan Kodeco Energy Mr Hur dan Mr Jeong Hoon Lee 

TRIBUNJATENG.COM - Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kebutuhan industri ternyata mampu mengefisiensi penggunaan energi.

Bahkan efisiensi disebut mencapai 30 persen.

Bukan hanya efisien penggunaan PLTS atap juga mengurangi emisi karbon.

Tidak heran jika sektor industri termasuk di Jawa Tengah saat ini didorong untuk menerapkan penggunaan panel surya.

Baca juga: Menuju Industri Hijau Garudafood Manfaatkan PLTS Atap dengan SUN Energy

Baca juga: Wujudkan Ekosistem Produk Teknologi Ramah Lingkungan, Polytron Pasang PLTS Atap Bersama SUN Energy

Salah satunya telah diwujudkan bersama oleh PT Dabin Energy Solutions bersama Kodeco Energy yang merealisasikan pemasangan sistem tenaga surya atap di PT Cheil Jedang (CJ) Feed and Care, pada Rabu (25/9/2024).

"Kami ingin menjadi bagian yang mendukung pemerintah agar alam terjaga. Terutama menyangkut program nol emisi karbon pada 2060 mendatang," kata Direktur PT Dabin Energy Solutions Mr Eric Bae beserta perwakilan/pimpinan Kodeco Energy Mr Hur dan Mr Jeong Hoon Lee.

Ia menjelaskan selain di PT CJ Feed and Care Semarang, ada dua tempat lagi yang saat ini sedang proses pemasangan PLTS atap.

"Kami punya tujuan ke depan bisa menjaga lingkungan dan mendukung program pemerintah Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Tunggul menyampaikan, pembangkit listrik tenaga surya atap ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemprov Jateng. 

"Saat ini kami sedang menggalakkan energi hijau untuk mengurangi gas rumah kaca dan efek pemanasan global," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan emisi karbon yang tidak terkendala atau semakin tinggi akan berdampak pada perubahan iklim. 

"Sehingga kebijakan kami meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Kami sangat mendukung semua yang terkait energi terbarukan, baik dari pemerintah pusat maupun Pemprov Jateng," sebutnya.

Ke depannya, pemerintah juga fokus merealisasikan program nol emisi karbon pada 2060 mendatang.

Karena itu, dibutuhkan sinergisitas antara pemerintah, sektor industri/swasta dan masyarakat.

"Kami berharap perusahaan lain bisa meniru seperti ini untuk mencapai nol emisi karbon pada 2060 mendatang. Pada pertemuan ini, Pemprov Jateng mengapresiasi dan berharap bisa terus berkelanjutan," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved