Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Jawa Tengah Memasuki Masa Pancaroba Pada Pertengahan Bulan Oktober

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim mengatakan wilayah yang memasuki musim pancaroba berada di pantura dan Jawa Tengah bagian timu

TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI
Ilustrasi hujan deras di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -- Jawa Tengah memasuki masa pancaroba atau transisi dari musim kemarau ke hujan. 

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Haris Syahid Hakim mengatakan wilayah yang memasuki musim pancaroba berada di pantura dan Jawa Tengah bagian timur. Berdasarkan data musim pancaroba terjadi pada bulan September hingga pertengahan Oktober.

"Akhir bulan September hingga nanti pertengahan Oktober sebagian besar Jateng memasuki musim pancaroba, terutama pantura dan jateng bagian timur," jelasnya, Selasa (1/10/2024).

Menurutnya, selama pancaroba akan terjadi gangguan atmosfer yang melanda Jawa Tengah.  Gangguan atmosfer itu memberikan efek basah atau hujan  di sebagian wilayah Pulau Jawa, termasuk Kota Semarang dan sekitarnya. 

"Fenomena gelombang atmosfer, ukup signifikan. Kemarin bergeser dari timur ke barat dan itu sedikit mengganggu. Terutama di Nusa  Tenggara, Bali, hingga Jawa. Di awal sampai pertengahan Oktober ini masih musim transisi atau pancaroba akan ada panas, ada hujan juga. Kita mengimbau masyarakat lebih aware, siap sedia, baik fisik dan lingkungan,“ tuturnya.

Haris mengatakan  khusus wilayah Pantura dan Jawa Tengah bagian timur, tak terkecuali Kota Semarang, akan merasakan musim pancaroba sekitar 20 Oktober 2024.

“Untuk daerah Pantura, termasuk Semarang dan Jateng bagian timur itu secara spesifik musim hujan pada dasarian 3 atau 10 hari terakhir di bulan Oktober,” jelasnya.

Disisi  lain,  wilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan saat ini telah mulai  memasuki musim hujan. Namun sebagian besar musim penghujan berada di akhir Oktober atau dasarian tiga.

“Berdasarkan peta, sebagian besar musim penghujan berada di bulan Oktober akhir atau dasarian tiga,” tuturnya.

Ia mengatakan beberapa wilayah masih memungkinkan terasa panas meskipun diselingi hujan. Suhu tertinggi di bulan Oktober 2024 tak  setinggi tahun-tahun sebelumnya yang mencapai hampir 40 derajat celcius. 

“Ada kemungkinan tahun ini mendekati atau di bawah itu. Mengingat saat ini sudah masuk La Nina, agak sedikit basah. Tidak terlalu maksimum kaya 2015 yang mencapi 39,5 derajat celcius,” tandasnya.(rtp)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved