Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Antisipasi Banjir, DPU Tambah Kapasitas Pompa di Kolonel Sugiono Semarang

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Srmarang menambah kapasitas pompa untuk rumah pompa di Jalan Kolonel Sugiono

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Perbaikan saluran di Jalan Kolonel Sugiono.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Srmarang menambah kapasitas pompa untuk rumah pompa di Jalan Kolonel Sugiono. Penambahan kapasitas pompa ini sebagai upaya antisipasi banjir di kawasan Imam Bonjol dan sekitarnya. 

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto mengatakan, proyek penambahan kapasitas pompa ini satu paket dengan perbaikan saluran di jalan tersebut. 


Kondisi eksisting saat ini, ada dua pompa dengan kapasitas masing-masing 300 liter per detik. DPU menambah satu pompa dengan kapasitas 300 liter per detik. Sehingga, secara keseluruhan kapasitas pompa menjadi 900 liter per detik. 


"Selama ini sekitar Imam Bonjol, Kolonel Sugiono, ketika hujan tergenang. Sementara, kapasitas saluran yang ada saat ini kurang," papar Suwarto, Minggu (13/10/2024). 


Sehingga, sambung dia, di samping penambahan kapasitaa pompa, DPU juga membuat saluran berupa lonh storage untuk dialirkan ke rumah pompa Kolonel Sugiono. 


"Di pompa Kolonel Sugiono kami tambah kapasitas pompa untuk nanti masuk ke Kali Semarang. Setelah bisa terlaksana, baik saluran baru sama kapasitas pompa bertambah, genangan di Imam Bonjol bisa seminimal mungkin. Itu bisa cover sampai ke Gendingan dan Stasiun Poncol," jelasnya. 


Proyek di Jalan Kolonel Sugiono ini sudah berjalan sejak 1 Agustus 2024 dan diperkirakan selesai pada 15 Desember 2024.  


Di samping penambahan kapasitas pompa dan perbaikan saluran, DPU juga terus mengebut pengerukan saluran maupun sungai di sejunlah wilayah sebagai upaya antisipasi banjir. Pihaknya juga berkoodinasi dengan stakeholder terkait untuk antisipasi penanganan banjir di Semarang.


Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, sudah mengintruksikan seluruh dinas terkait untuk mengantisipasi bencana sedini mungkin sebelum musim hujan tiba. Misalnya, DPU sudah diintruksikan mengeruk saluran sejak musim kemarau. Begitu pula Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) juga diintruksikan melakukan perempelan pohon, serta instansi terkait lainnya. 


"Saya minta jalan lubang segera dilakukan percepatan penambalan. Jangan sampai terjadi korban. Kooridnasi dg BBWS, karena hilirnya hampir semua BBWS. Sringin, Tenggan Plumbon, BKT, BKB," sebutnya. 


Menurutnya, area banjir di Kota Semarang masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, diantaranya Genuk, Mangkang, Tlogosari, dsn Muktiharjo


"Plumbon (Mangkang), saya minta segera koordinasi dengan BBWS. Tanggulnya sudah tua, rapuh. Sekarang jembatan Nogososro (Tlogosaru) sudah selesak. Jembatan di Semarang Barat juga sudah dinaikkan," paparnya. 


Lebih lanjut, Ita menambahkan, Pemerintah Kota Semarang sedang proses pengadaan mobil pencacah sampah. Mobil ini dapat mengurai sampah di sungai. 


"Biasanya deket rumah pompa sampahnya banyak. Nanti bisa di-knockdown. Armada amphibios nggak bisa masuk. Ini bisa masuk ke sungai," jelasnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved