Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Maladewa

Presiden Negara Ini Pecat 7 Menteri dan 43 Wakil Menteri demi Efisiensi

Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, telah memecat lebih dari 225 pejabat politik, termasuk para menteri, demi efisiensi.

Kompas.com/Istimewa
Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu menghadiri sebuah konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi di Wisma Hyderabad di New Delhi pada tanggal 7 Oktober 2024. (MONEY SHARMA) 

TRIBUNJATENG.COM, MALE -- Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu, telah memecat lebih dari 225 pejabat politik, termasuk para menteri, demi efisiensi.

Muizzu memerintahkan pemecatan orang-orang yang ia tunjuk setelah berkuasa tahun lalu, ketika negara kecilnya sedang berjuang untuk menghindari krisis utang.

Kantor Kepresidenan Maladewa, pada Selasa (15/10) mengumumkan, Presiden Muizzu terpaksa melakukan pengurangan pejabat politik dalam upaya untuk menekan pengeluaran negara.

“Pengurangan yang signifikan dalam pengangkatan politik ini sejalan dengan upaya-upaya presiden yang lebih luas untuk merampingkan operasi-operasi pemerintah dan memastikan penggunaan dana-dana publik yang lebih efisien,” kara Kantor Kepresidenan Maladewa dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

Di antara mereka yang dipecat adalah tujuh menteri negara, 43 wakil menteri, dan 178 direktur politik. Belum segera jelas fungsi apa yang mereka jalankan di negara kecil berpenduduk sekitar 500.000 jiwa ini.

Pernyataan tersebut tidak menyebutkan berapa banyak lagi pejabat politik yang masih ada di pemerintahan.

Namun, dikatakan pengurangan pejabat politik secara besar-besaran akan menghemat sekitar 370 ribu dolar AS (sekitar Rp 5,7 miliar) per bulan.

Sebelumnya, Pemerintah Maladewa mengatakan pada September lalu, bahwa masalah keuangannya bersifat “sementara” dan mereka tidak memiliki rencana untuk meminta dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF) meskipun ada peringatan akan kemungkinan gagal bayar utang.

Dikenal sebagai destinasi liburan mewah dengan pantai-pantai pasir putih yang bersih dan resor-resor terpencil, Maladewa juga telah menjadi pusat geopolitik.

China dan India adalah dua pemberi pinjaman bilateral terbesar untuk Maladewa, yang terdiri dari 1.192 pulau karang yang tersebar di khatulistiwa.

China telah menjanjikan lebih banyak dana sejak kemenangan Muizzu tahun lalu, yang berterima kasih kepada Beijing atas “bantuan tanpa pamrih” untuk dana pembangunan.

Muizzu disambut di New Delhi bulan ini oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi, yang memberikan bantuan keuangan untuk mendukung perekonomian Maladewa yang sedang mengalami kesulitan.

Data resmi menunjukkan utang luar negeri Maladewa mencapai 3,37 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun ini, setara dengan sekitar 45 persen dari produk domestik bruto.

China diketahui menyumbang sekitar 20 persen dari utang luar negeri, sementara India memiliki kurang dari 18 persen. (kps/afp/Tribunnews)

Baca juga: Inilah Sosok Windi, Gadis 20 Tahun Nyamar Jadi Laki-laki Demi Hidup 3 Adiknya, Kerja Kuli Bangunan

Baca juga: Inilah Lagu Khusus Buat Prabowo Subianto, Persembahan Ifan Seventeen dan Rizky Irmansyah

Baca juga: "Kami Tidak Ciut Hati" Shin Tae-yong Buka Rahasia Kondisi Timnas Indonesia Usai Dikalahkan China

Baca juga: Awal Mula Perkenalan Santriwati Korban Pembunuhan di Kendal dengan Lelaki Misterius Asal Pati

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved