Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Evakuasi Dramatis Bus Pariwisata Berlian Trans Terguling di Kajen, Dua Terjepit, Satu Tewas

Kecelakaan bus pariwisata Berlian Trans di Paninggaran-Kajen, Pekalongan, menyebabkan dua penumpang terjepit, satu tewas.

Indra Dwi Purnomo
Tim SAR gabungan saat evakuasi korban terjepit di bus yang mengalami di jalur Paninggaran-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (19/10/2024) 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Proses evakuasi korban bus pariwisata Berlian Trans nopol A 7558 ZA yang terguling di jalur Paninggaran-Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (19/10/2024) sore, berlangsung dramatis. Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat bus membawa 33 penumpang dalam perjalanan pulang dari menghadiri pernikahan di Tangerang menuju Banjarnegara.

Bus yang diduga mengalami rem blong melaju di jalan menurun dan menikung tajam, sehingga menyebabkan kecelakaan. Saat rem tidak berfungsi, bus menabrak dua pemotor dan pembatas jalan sebelum akhirnya terbalik. Posisi bus yang terbalik membuat proses evakuasi sangat sulit.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Damkar, SAR Bumi Santri, dan Bagana dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Dua penumpang yang terjepit dalam bus menjadi fokus utama tim penyelamat. "Ada dua penumpang yang terjepit, satu di antaranya berhasil dievakuasi secara manual dan selamat. Penumpang kedua dievakuasi dengan alat ekstrikasi berupa spreader, power unit, dan cutter, namun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," jelas Nidhomudin, anggota SAR Bumi Santri.

Menurut Nidhomudin, alat ekstrikasi digunakan untuk membantu proses evakuasi kecelakaan, terutama ketika ada korban yang terjebak di dalam kendaraan. "Power unit berfungsi sebagai sumber tenaga, spreader digunakan untuk membuka celah pada bagian yang menekan korban, dan cutter digunakan untuk memotong material logam," ungkapnya. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 30 menit, dan semua korban langsung dilarikan ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain korban meninggal, banyak penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan sebagian besar di antaranya mengalami patah tulang. Sementara itu, penumpang bernama Eep (36), yang turut berada di dalam bus bersama anaknya yang masih balita, menceritakan bahwa kondisi bus sudah bermasalah sejak awal perjalanan. "Bus sudah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat, mulai dari radiator yang bermasalah hingga ban yang kempes," tutur Eep. Ia mengatakan bahwa ia terjaga selama perjalanan karena merasa khawatir dengan kondisi bus dan jalur yang menurun.

Kecelakaan ini menyebabkan kemacetan di kedua arah Jalan Raya Paninggaran-Kajen. Kendaraan harus antre panjang selama proses evakuasi berlangsung. Para petugas berjibaku di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat evakuasi semakin menantang.

Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab kecelakaan. Dugaan sementara menunjukkan bahwa rem blong menjadi penyebab utama insiden ini, namun penyelidikan lebih lanjut oleh Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Tengah masih berlangsung di lokasi untuk memastikan faktor penyebab lainnya. Pihak kepolisian juga berencana melakukan pemeriksaan teknis pada kendaraan untuk mengetahui kondisi mekanis dan memverifikasi dugaan kerusakan yang dilaporkan oleh penumpang.

Jika nantinya terbukti ada unsur kelalaian atau kesalahan teknis, maka sopir bus dapat ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pihak keluarga korban saat ini telah diberitahukan, dan dukungan penuh diberikan untuk penanganan medis bagi para korban yang masih dalam perawatan di RSUD Kajen.

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas yang terjadi di wilayah Paninggaran-Kajen, yang terkenal dengan medan jalan yang berliku dan rawan kecelakaan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memastikan kondisi kendaraan selalu dalam keadaan baik sebelum memulai perjalanan, terutama di jalur-jalur rawan seperti ini.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved