Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Pemkab Batang Gencarkan Bursa Kerja untuk Tekan Angka Pengangguran

Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan mengoptimalkan

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki saat meninjau stan bursa kerja yang diinisiasi oleh SMK PGRI di Gedung Guru Batang, Rabu (23/10/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus berupaya menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan mengoptimalkan bursa kerja di berbagai institusi pendidikan, terutama SMK.


Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, berharap bahwa dengan seringnya bursa kerja dibuka, akses informasi bagi pencari kerja akan semakin mudah, sehingga mereka dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.


Lani menjelaskan bahwa langkah ini tidak hanya efektif untuk menurunkan angka TPT, tetapi juga untuk mendapatkan data terkini mengenai jumlah pengangguran di Kabupaten Batang.


"Dengan mengetahui angka pasti dan penyebabnya, kita bisa membuka kesempatan kerja seluas-luasnya, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan.


Di Batang, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan," ujarnya p


Direktur SMK Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud Ristek, Panca Waluyo, menegaskan bahwa lulusan SMK, yang mayoritas adalah generasi Z, memiliki potensi besar untuk mengembangkan karir di bidang kewirausahaan.


"Seiring dengan digitalisasi, banyak pekerjaan yang bisa dilakukan secara online. Lulusan SMK yang terlatih bisa membuka lapangan kerja sendiri tanpa terbatas ruang dan waktu," jelasnya.


Beberapa sektor pekerjaan yang berpotensi dikembangkan antara lain makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, farmasi, dan kesehatan, yang menjadi fokus industri 4.0.


Sementara itu, Kepala Disnaker Batang, Rahmat Nurul Fadilah, berupaya agar TPT di Kabupaten Batang terus menurun dari 6,06 persen menjadi 5 persen.


"Kami tidak hanya fokus pada sektor formal seperti perusahaan besar, tetapi juga sektor informal dengan menggerakkan kewirausahaan dan sektor padat karya yang membutuhkan tenaga kerja lokal," terangnya.


Kepala SMK PGRI, Eliana Dwi Kurnia, menyatakan bahwa sebanyak 20 perusahaan dan 6 perguruan tinggi berpartisipasi dalam bursa kerja ini, membuka peluang kerja dan pendidikan lanjutan bagi warga lokal maupun dari kabupaten/kota tetangga.


"Ada 200 peluang kerja yang dibuka hanya untuk sehari ini. Semoga kami bisa membantu menurunkan angka TPT secara bertahap dan memudahkan akses pekerjaan bagi masyarakat," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved