Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wacana Projo Jadi Parpol

Respon Jokowi soal Projo Jadi Partai Politik, Ini Jawabannya!

Jokowi menanggapi wacana Projo menjadi partai politik dalam kongres Desember 2024. Tanggapan Budi Arie Setiadi soal dukungan relawan.

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang kini menikmati masa pensiun di kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah, hingga saat ini belum aktif dalam kegiatan politik.

Namun, kemarin, Jokowi merespons usulan dari relawan Pro Jokowi (Projo) yang tengah membahas kemungkinan mengubah status organisasi mereka dari organisasi masyarakat (ormas) menjadi partai politik (parpol).

Ketika ditanya mengenai wacana tersebut, Jokowi memberikan jawaban singkat, "Ya, terserah Projo," saat berkunjung ke Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo, pada Minggu (27/10/2024).

Baca juga: Projo Sebut Jokowi akan Reshuffle Lagi, Benarkah?

Adapun rencana perubahan status Projo menjadi partai politik ini akan dibahas lebih mendalam dalam kongres ketiga Projo yang dijadwalkan berlangsung Desember 2024.

Jokowi pun menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pesan khusus untuk para relawan yang mendukungnya.

"Enggak, enggak ada," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, mengonfirmasi adanya pembicaraan terkait transformasi organisasi yang dipimpinnya.

Dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (5/8/2024), Budi menjelaskan bahwa keputusan apakah Projo akan menjadi parpol atau tetap ormas sepenuhnya berada di tangan seluruh anggota Projo di Indonesia.

"Jadi parpol atau tidak itu tergantung kedaulatan semua Projo di seluruh Indonesia," ungkap Budi.

Budi menambahkan, rencana ini akan dibahas bersama dalam kongres Projo yang dianggap sebagai forum tertinggi organisasi, di mana setiap keputusan penting diambil secara demokratis.

Di kesempatan sebelumnya, Budi Arie pernah menyarankan agar Jokowi mempertimbangkan bergabung dengan partai politik berideologi nasionalis dan kerakyatan.

Saran tersebut muncul di tengah spekulasi yang beredar tentang kemungkinan Jokowi bergabung dengan partai politik setelah pensiun dan setelah tak lagi dianggap sebagai kader PDI Perjuangan (PDIP).

"Parpol yang nasionalis dan kerakyatan sesuai Projo, itu cocok," ujar Budi saat berada di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Saat ditanya lebih jauh apakah Golkar atau Nasdem menjadi pilihan yang dimaksud, Budi Arie menyatakan bahwa sifat nasionalis dan kerakyatan juga dapat ditemui di berbagai partai lain, termasuk Partai Amanat Nasional (PAN).

Budi juga menyampaikan bahwa Jokowi tengah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum bergabung dengan partai politik pilihan.

"Jika waktunya tepat, keputusan akan segera diambil," ungkap Budi menambahkan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved