Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Angin Kencang di Semarang, Tembok Roboh Lukai Ibu dan Anak

Angin kencang di Gemah, Semarang, robohkan tembok Yayasan GRIS dan timpa mobil, melukai seorang ibu dan anak. Warga diminta waspada cuaca ekstrem.

Tayang:
istimewa
Tembok roboh di di Jalan Pedurungan Kidul I/A di wilayah RW 1 Kelurahan Gemah menimpa mobil, Kamis (21/11/2024). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angin kencang melanda wilayah Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (21/11/2024), menyebabkan tembok Yayasan GRIS roboh dan menimpa sebuah mobil.

Lurah Gemah, Bagus Santoso, mengungkapkan kejadian berlangsung sekitar pukul 14.30 di Jalan Pedurungan Kidul I/A, RW 1, Kelurahan Gemah.

Tembok yang roboh menimpa mobil berwarna abu metalik, di mana di dalamnya terdapat seorang ibu dan anak laki-laki.

Bagus menyebutkan kondisi tembok yang sudah miring serta angin kencang menjadi penyebab utama kejadian tersebut.

Kedua korban, seorang ibu dan anak asal Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, segera dilarikan ke RS Amino Gondohutomo.

Sang ibu mengalami memar di kepala, sementara sang anak masih sadar dan bisa berjalan meski sempat terguncang.

Kejadian ini ditangani oleh berbagai pihak, termasuk Camat Pedurungan, Lurah Gemah, Kapolsek, Danramil, BPBD, PLN, Disperkim, dan warga sekitar.

Pihak DPU dikerahkan untuk merobohkan sisa tembok yang dinilai berbahaya, sementara PLN mematikan aliran listrik untuk menghindari risiko sengatan.

Sebanyak tiga trafo listrik juga dilaporkan roboh akibat peristiwa tersebut, namun langkah cepat mitigasi dilakukan untuk mencegah kerugian lebih besar.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, menyebutkan bencana ini bagian dari fenomena hidrometeorologi yang ditandai cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.

Endro mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama menghindari berteduh atau berhenti di bawah pohon saat hujan deras disertai angin.

"Cuaca ekstrem akhir-akhir ini memicu bencana seperti longsor dan pohon tumbang. Warga harus waspada untuk meminimalkan risiko," tutupnya.
 
 
 
 
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved