Berita Tegal
Serunai 2024, Bank Indonesia Tegal Buka Layanan Kas Keliling di Dua Titik Selama 6 Hari
Dalam rangka mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang pada momen
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Dalam rangka mendukung Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bank Indonesia membuka layanan penukaran uang pada momen Natal 2024 dikemas dalam kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai disingkat Serunai 2024, bertema “Bijak Gunakan Rupiah di Bulan Penuh Kasih."
Untuk Kegiatan Serunai, Bank Indonesia melakukan perluasan layanan penukaran di seluruh Kantor Perwakilan melalui kas keliling dengan titik layanan diprioritaskan pada tempat peribadatan, institusi pendidikan Kristiani, dan lokasi strategis lainnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal Marwadi menyampaikan, kegiatan Serunai 2024 merupakan bentuk sinergi BI dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk rumah ibadah, untuk menyediakan uang baru kepada masyarakat.
Kegiatan kas keliling dengan titik layanan prioritas pada tempat ibadah (Gereja) atau sekolah, dilakukan selama enam hari mulai 15-20 Desember 2024.
Masyarakat yang ingin menukarkan uang di lokasi tersebut, dapat menukarkan uang secara langsung dengan paket penukaran sebesar maksimal Rp 4 juta.
"Melalui kegiatan Serunai 2024, masyarakat dapat menukarkan uang pecahan kecil dengan maksimal penukaran sebesar Rp 4 juta per orang di lokasi-lokasi yang telah ditentukan," jelas Marwadi, pada Tribunjateng.com, Senin (16/12/2024).
Dalam rangkaian Serunai 2024, Bank Indonesia Tegal mengadakan Layanan Kas Keliling di dua titik, yaitu Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Kota Tegal.
Sedangkan lokasi kedua ada di Gereja Paroki Katolik Santo Yosep Kabupaten Tegal.
Marwadi menambahkan, BI Tegal juga telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
"Lewat Serunai 2024 juga menjadi momen Bank Indonesia Tegal untuk mengajak masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah," ungkapnya.
Adapun Cinta Rupiah, sambung Marwadi, diwujudkan dengan senantiasa menyayangi Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang (3D), dan merawat Rupiah yang dimiliki dengan baik yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi (5J).
Bangga Rupiah, karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah dalam kegiatan perekonomian nasional, tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa.
Penggunaan uang Rupiah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara.
"Sementara itu Paham Rupiah, ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk mendukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," pungkasnya. (dta)
| Siswa SMK Tegal Dibekali Ilmu Menghadapi Sisi Gelap Pekerjaan "Triple D" di Kapal Perikanan Asing |
|
|---|
| Inspektorat Tegal Telusuri Keterlibatan ASN dalam Pembongkaran Paksa Rumah Nenek Kushayatun |
|
|---|
| Pedagang Pasar Pagi Kota Tegal Mengeluh, Desak Perbaikan di Blok B |
|
|---|
| Tak Mau Gegabah, Polisi Akui Hati-Hati Tangani Kasus Nenek Kushayatun di Tegal |
|
|---|
| Sejauh Mana Polisi Tangani Kasus Nenek Kushayatun Tegal? Muncul Nama Bahroji Eks Kepala Bank |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-layanan-penukaran-uang-lewat-kas-keliling-dikemas.jpg)