Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tujuh Kecamatan di Jepara Terancam Banjir Rob dan Abrasi, Warga Pesisir Harus Waspada

Tujuh kecamatan di Jepara terancam banjir rob dan abrasi selama musim hujan. Pemukiman, tambak, dan ratusan hektar sawah berisiko rusak parah.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA
ILUSTRASI: Banjir rob. Tujuh kecamatan di Jepara terancam banjir rob dan abrasi selama musim hujan. Pemukiman, tambak, dan ratusan hektar sawah berisiko rusak parah. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA – Letak geografis Kabupaten Jepara di pesisir utara Jawa Tengah menjadikannya sangat rentan terhadap bencana banjir rob dan abrasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mencatat ada tujuh kecamatan yang berpotensi terdampak banjir rob maupun abrasi, terutama selama musim hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyebut tujuh kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Kedung, Tahunan, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Kembang, dan Keling. Wilayah-wilayah ini kerap mengalami bencana akibat kombinasi curah hujan tinggi dan gelombang pasang.

“Banjir rob terjadi saat gelombang pasang air laut bersamaan dengan curah hujan tinggi. Akibatnya, pemukiman masyarakat, tambak, dan aktivitas nelayan terganggu,” ujar Arwin, Selasa (17/12/2024).

Banjir rob paling sering terjadi di Kecamatan Kedung, khususnya Desa Kedungmalang, Surodadi, dan Panggung, serta di Kelurahan Jobokuto dan Ujungbatu di Kecamatan Jepara. Sementara itu, abrasi berpotensi merusak pesisir di Kecamatan Kedung, Tahunan, Bangsri, Mlonggo, Kembang, dan Keling.

Data dari Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jepara menunjukkan abrasi mulai terjadi sejak tahun 1961 dan terus berlanjut hingga saat ini. Beberapa desa yang terdampak abrasi parah antara lain:

  • Desa Bondo, Kecamatan Bangsri: 200 hektar sawah rusak sepanjang 5,5 km.
  • Desa Balong, Kecamatan Kembang: 1 hektar area sawah dan wisata rusak sepanjang 1 km.
  • Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling: 31 rumah warga terdampak dan area sandaran perahu rusak sepanjang 0,75 km.
  • Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo: 16 hektar sawah rusak dan 180 rumah warga terdampak sepanjang 4,9 km.
  • Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo: 39 hektar sawah terdampak dan 79 rumah rusak sepanjang 4 km.

Menurut Kepala Bidang Perekonomian Infrastruktur SDA dan Kewilayahan Bappeda Jepara, Dwi Yogo, banjir rob mulai marak dalam 10 tahun terakhir akibat aktivitas reklamasi tambak yang menghambat sirkulasi air laut.

“Tambak-tambak yang diurug menghambat aliran air laut ketika pasang, sehingga mengakibatkan banjir rob meluas ke pemukiman warga,” jelas Dwi Yogo.

Dengan potensi bencana yang semakin meningkat selama musim hujan, warga di tujuh kecamatan terdampak diimbau untuk tetap waspada. Pemerintah Kabupaten Jepara terus berupaya melakukan mitigasi dan pengamanan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir rob dan abrasi.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved