Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Otomotif

Dua Hal yang Harus Dihindari Agar Tetap Fokus saat Mengemudi di Jalan Tol

Mengemudi di Jalan Tol banyak dilakukan warga saat libur Natal dan Tahun Baru.

Tayang:
Editor: rival al manaf
istimewa
Tol Semarang-Demak progresnya capai 20 persen. Menteri PU targetkan selesai 2027, jadi solusi atasi kemacetan dan banjir rob di kawasan Sayung. 

TRIBUNJATENG.COM - Mengemudi di Jalan Tol banyak dilakukan warga saat libur Natal dan Tahun Baru.

Padahal mengemudi di jalan tol membutuhkan konsentrasi penuh. 

Jalan panjang dan monoton kerap menjadi pemicu hilangnya fokus pengemudi.

Baca juga: Safin Pengusaha Pati Minta Pemerintah Lanjutkan Proyek Jalan Tol Demak-Tuban, Karena Alasan Ini

Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Bus vs Truk di Jalan Tol Banyumanik Semarang, 11 Orang Dibawa ke Rumah Sakit

Faktor lalai dan kelelahan menjadi hal yang perlu diperhatikan agar perjalanan tetap aman selama di jalan tol, meski arus lalu lintas cenderung lancar.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, beberapa pengendara di jalan tol mengabaikan faktor keselamatan, sehingga memicu hilangnya kendali atas suatu mobil.

"Aktivitas yang dilakukan sambil mengemudi dapat membuat arah laju kendaraan tidak terkontrol, seperti main ponsel dan sejenisnya, akibat fokus yang terpecah,” ucap Sony kepada Kompas.com, Minggu (22/12/2024).

Sony mengatakan, main ponsel dapat mengurangi penguasaan kendaraan dan kemampuan reaksi akibat konsentrasi pengemudi terbagi.

Akibatnya, pengemudi berpotensi melakukan manuver di luar kendali.

"Sangat dilarang main ponsel sambil mengemudi, pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan karena tidak siap, bisa juga melakukan pengereman mendadak tanpa melihat, terkaget karena manuver pengendara lain,” ucap Sony.

Sony mengatakan, manuver kecil yang dilakukan pengemudi saat mobil melaju pada kecepatan tinggi dapat mengakibatkan risiko besar.

Selain main ponsel, menurut Sony, pengemudi kerap mengabaikan bahaya microsleep.

Jalan panjang dan cenderung lancar bisa membuat pengemudi terlena, sehingga terus memacu kendaraan tanpa memikirkan waktu istirahat.

“Kejadian microsleep kerap tidak disadari. rata-rata mereka sadar ketika sudah kejadian kecelakaan, karena lemahnya reaksi pengemudi dalam berpikir jernih," ucap Sony.

Sony mengatakan, mempertahankan tetap mengemudi atau menyiasati kantuk dengan cara-cara tertentu tidak bisa mengatasi microsleep.

"Jika ngantuk datang, segera ambil sikap untuk berhenti 3 sampai menit, keluar mobil untuk merangsang otot dan syaraf supaya otak mendapatkan oksigen dan mampu ke rest area terdekat," ucap Sony.

Sony mengingatkan kepada pengendara bahwa melakukan management perjalanan yang baik dengan cara mengatur durasi istirahat itu penting.

"Durasi istirahat yang diatur ya, bukan durasi mengemudinya, mengemudi sesuaikan dengan kemampuan atau maksimal 3 jam dengan diselingi istirahat 15 - 30 menit (jika tidak memutuskan untuk tidur)," ucap Sony.

Sony mengatakan keselamatan berkendara salah satunya didapat dari istirahat yang benar. Banyak pengemudi masuk rest area tapi tidak efektif istirahatnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tips Aman Berkendara di Jalan Tol Saat Libur Nataru"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved