Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kudus

Talut Jalan Setinggi 8 M di Desa Wisata Rahtawu Kudus Longsor

Talut jalan Setinggi 8 meter di RT 1 RW 4 Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Talut jalan Setinggi 8 meter di RT 1 RW 4 Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus longsor setelah diguyur hujan deras pada, Selasa (31/12/2024) dini hari.


Longsornya talut sepanjang kurang lebih 10-15 meter tersebut menutup akses kendaraan mobil menuju tiga RT di Dukuh Semliro. Akibatnya kurang lebih 600 jiwa dari 200 keluarga di RT 1, 2, dan 5 RW 4 terdampak.


Wisatawan yang hendak menuju dua destinasi wisata di Puncak 29 Muria dan Seribu Batu Semliro dengan menggunakam mobil terpaksa harus diurungkan. Lantaran akses satu-satunya jalan saat ini hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.


Warga Semliro, Kasri (63) mengatakan, longsornya talut jalan yang menghubungkan Dukuh Gingsir, Wetan Kali, dan Karajan dengan Dukuh Semliro terjadi pada malam atau dini hari. 


Masyarakat setempat telah melakukan penanganan sementara dengan memasang kayu dan bambu penyangga agar kondisi longsor tidak semakin parah. Garis pembatas juga sudah dipasang sebagai rambu-rambu supaya pengguna jalan lebih berhati-hati ketika melintas.


"Untuk penanganan lebih lanjut belum ada. Sementara masih bisa dilalui sepeda motor," terangnya di lokasi, Rabu (1/1/2025).


Kepala Dusun (Kadus) Semliro, Selamet Wahyu Ribowo menambahkan, longsornya talut jalan terjadi sehari sebelum malam tahun baru. Saat itu terjadi hujan deras mengguyur wilayah Desa Rahtawu dalam kurun waktu satu pekan terakhir setiap malam.


Lebih lanjut, longsornya talut jalan baru diketahui pada Selasa pagi oleh warga sekitar. Selanjutnya dilaporkan kepada Pemerintah Desa Rahtawu hingga ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.


"Sudah semingguan daerah sini hujan setiap malam. Akhirnya hal yang sudah kami khawatirkan terjadi, talut jalan yang sebelumnya sudah retak-retak longsor," ujarnya. 


Menurut dia, kondisi jalan yang mengalami longsor masih cukup aman untuk dilewati sepeda motor. Sehingga akses ke destinasi wisata Puncak 29 Muria dan Seribu Batu Semliro masih dibuka. 


Pihaknya bakal terus memantau kondisi jalan yang mengalami longsor lantaran sebagai akses jalan utama menuju perkampungan atas di Desa Rahtawu. Apalagi intensitas hujan yang masih tinggi, dikhawatirkan kondisi longsoran akan semakin parah.


*Perbaiki Pertengahan Januari*


Lebih lanjut, kata Selamet, longsornya talut jalan di Dukuh Semliro menjadi perhatian oleh pemerintah desa setempat. 


Bahkan sebenarnya sudah dianggarkan melalui dana desa (DD) tahun anggaran 2025 senilai kurang lebih Rp 200 juta untuk membenahi talut dan gorong-gorong yang sebelumnya sudah mengalami retak.


Rencananya, perbaikan talut jalan tersebut dimulai pada pertengahan Januari dengan target selesai sebelum Lebaran tahun ini. 


"Kami akan perbaiki secepatnya, dengan catatan cuaca mendukung. Kalau hujan deras terus, tidak bisa dipaksakan untuk diperbaiki karena beresiko," tuturnya. 


Selain berdampak pada ratusan warga di tiga RT, lima mobil milik warga dan pendaki turut terjebak dampak longsornya talut jalan.


Namun, masyarakat sekitar berjibaku mengevakuasi lima mobil tersebut agar bisa keluar dari tiga RT di bagian atas. 


"Sempat kami evakuasi mobil dengan mengepras sebagian tebing, supaya tidak terjebak. Sekarang kondisi jalan sudah ditutup dari akses mobil, hanya sepedamotor yang bisa," tambah dia. (SAM)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved